Jembatan Leuwiranji sendiri bukan sembarang akses. Ia jadi penghubung vital antara Kecamatan Rumpin dan Gunungsindur. Sejak pertengahan Desember tahun lalu, jembatan ini ditutup total untuk menjalani proses renovasi menyeluruh. Rencananya, pekerjaan yang menelan anggaran Rp 4,8 miliar ini baru akan berakhir pada akhir Januari 2026.
Sekretaris DPUPR Kabupaten Bogor, Gantara Lenggana, sebelumnya telah mengimbau masyarakat untuk mencari jalur alternatif.
"Pengawasan kami lakukan penuh untuk memastikan mutu pekerjaan. Tujuannya jelas, untuk keamanan dan kenyamanan semua," ungkap Gantara dalam pernyataan Sabtu (13/12/2025).
Sayangnya, di balik niat perbaikan untuk keselamatan itu, malapetaka justru menimpa salah satu pelaksananya. Suara deras Cisadane kini menggantikan bunyi mesin proyek, menyelimuti lokasi dengan ketegangan yang mencekam.
Artikel Terkait
Korlantas Antisipasi Lonjakan Lalu Lintas dari Mudik Lokal Pascalebaran
Jakarta Tawarkan Opsi Mudik ke Ibu Kota dengan Beragam Insentif Jelang Lebaran
Indonesia Siaga Karhutla, Refleksi 1998: Antara Faktor Alam, Kesalahan Manusia, dan Pelajaran Diplomasi
Lima Orang Terluka dalam Tabrakan Dua Mobil di Jalan Raya Bojonegoro