Memang, ada pembukaan singkat dan terbatas di awal tahun 2025. Tapi waktu itu, Israel bersikukuh tidak akan membuka akses secara permanen sebelum jenazah Ran Gvili sandera terakhir mereka yang ditahan di Gaza dikembalikan.
Nah, kondisi itu kini berubah. Jenazah Gvili telah ditemukan beberapa hari lalu dan dimakamkan di Israel pada Rabu pekan lalu.
“Perlintasan Rafah akan dibuka pada hari Minggu mendatang (1 Februari) untuk kedua arah, hanya untuk pergerakan orang yang terbatas,” jelas COGAT, badan di bawah kementerian pertahanan Israel yang mengurusi urusan sipil di wilayah pendudukan Palestina.
Mekanismenya, masuk dan keluar akan diizinkan setelah dikoordinasikan dengan pihak Mesir. Setiap individu harus melalui pemeriksaan keamanan dari Israel terlebih dahulu, dengan pengawasan dari misi Uni Eropa. Meski begitu, masih ada sejumlah detail yang mengambang. Misalnya, berapa banyak orang yang diperbolehkan menyeberang? Atau, apakah warga yang ingin kembali ke Gaza akan diizinkan masuk? Pertanyaan-pertanyaan itu masih menunggu kejelasan.
Artikel Terkait
Anak Terluka Diduga Akibat Peluru Nyasar, Latihan Militer Korsel Dihentikan Sementara
Lonjakan 247 Persen Pemudik Laut di Pelabuhan Tenau Kupang
Transjakarta Perpanjang Jam Operasi Bus Wisata Selama Libur Lebaran 2026
Kemenag Ingatkan Etika Berbuka Saat Mudik dan Anjurkan Manfaatkan Aplikasi Pusaka