Memang, ada pembukaan singkat dan terbatas di awal tahun 2025. Tapi waktu itu, Israel bersikukuh tidak akan membuka akses secara permanen sebelum jenazah Ran Gvili sandera terakhir mereka yang ditahan di Gaza dikembalikan.
Nah, kondisi itu kini berubah. Jenazah Gvili telah ditemukan beberapa hari lalu dan dimakamkan di Israel pada Rabu pekan lalu.
“Perlintasan Rafah akan dibuka pada hari Minggu mendatang (1 Februari) untuk kedua arah, hanya untuk pergerakan orang yang terbatas,” jelas COGAT, badan di bawah kementerian pertahanan Israel yang mengurusi urusan sipil di wilayah pendudukan Palestina.
Mekanismenya, masuk dan keluar akan diizinkan setelah dikoordinasikan dengan pihak Mesir. Setiap individu harus melalui pemeriksaan keamanan dari Israel terlebih dahulu, dengan pengawasan dari misi Uni Eropa. Meski begitu, masih ada sejumlah detail yang mengambang. Misalnya, berapa banyak orang yang diperbolehkan menyeberang? Atau, apakah warga yang ingin kembali ke Gaza akan diizinkan masuk? Pertanyaan-pertanyaan itu masih menunggu kejelasan.
Artikel Terkait
Kedatangan yang Penuh Duka: Purwanto Pulang Menyambut Jenazah Putra Tercinta
Habib Bahar bin Smith Resmi Jadi Tersangka, Polisi Kirim Panggilan
Pesta Miras Dini Hari Berakhir dengan Orang Tua Dipanggil ke Lokasi
Prabowo Buka Rakornas 2026, Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen