Keadaan serupa terlihat di Desa Penakir. Warga desa ini mengungsi ke berbagai musala dan tempat ibadah. Di Dusun Wanasari saja, Musala Baiturrahim dipenuhi 417 jiwa, Baituttaqwa menampung 179 orang, dan Musala Batusalam dihuni 144 pengungsi.
Pusat pengungsian lain ada di Dusun Sawangan. TPQ Al Hikmah menjadi tempat berlindung bagi 198 jiwa. Sementara itu, masjid lama dan masjid baru Baitul Hikmah masing-masing menampung 152 dan 194 warga.
Di Dusun Sarangan, situasinya cukup padat. Sebuah TPQ di RT 15 menjadi tempat berkumpulnya 473 jiwa. Mereka adalah gabungan warga dari tiga Rukun Tetangga sekaligus. Selain itu, masih ada warga yang mengungsi di Puskesmas Pulosari dan Sima Gintung, meski jumlahnya tak banyak.
Melihat kondisi ini, upaya bantuan terus digelar. Misdiyanto menambahkan bahwa sejumlah dapur umum telah didirikan di beberapa titik. Tujuannya jelas: memastikan kebutuhan logistik para pengungsi tetap terpenuhi di tengah situasi yang sulit ini.
Artikel Terkait
Kaesang Sambut RMS ke PSI dengan Pantun dan Jaket Kebesaran di Rakernas Makassar
Seskab Teddy Bahas Pemulihan Aceh dan Anggaran Daerah dengan Mualem
Titiek Soeharto Buka Lembaran Baru Pabrik Bersejarah di Bontang
Mesin Pompa Terbakar di Bekasi, Wali Kota Turun Langsung Pantau Dampak Banjir