Ribuan warga di lereng Gunung Slamet masih terpaksa tinggal di pengungsian. Ini terjadi setelah banjir bandang melanda wilayah itu beberapa hari lalu. Menurut data terbaru dari BPBD Pemalang, bencana yang terjadi dini hari Sabtu lalu itu tak hanya merenggut kenyamanan, tapi juga merusak puluhan rumah dan jembatan.
Hingga Rabu sore (28/1) pukul 18.00 WIB, tercatat 2.277 jiwa dari 732 keluarga masih belum bisa pulang. Angka ini turun sedikit dari data sebelumnya yang mencapai 2.400 orang. Namun begitu, kondisi mereka tetap memprihatinkan.
Juru Bicara BPBD Pemalang, Misdiyanto, memberikan konfirmasi pada Kamis (29/1).
"Data tercatat pada Rabu Sore (28/01) pukul 18.00 wib, ada 2,2 ribuan warga mengungsi. Data sebelumnya mencapai 2,4 ribu warga mengungsi," jelasnya.
Kebanyakan pengungsi berasal dari Kecamatan Pulosari. Mereka tersebar di berbagai titik darurat. Gedung Aula NU menampung 160 jiwa, sementara sebuah ruangan TK dipenuhi 302 orang. BLK menampung 51 jiwa, dan Kantor Kecamatan Pulosari menjadi rumah sementara bagi 178 warga.
Artikel Terkait
Banjir Rendam 41 Desa di Bekasi, Ribuan Warga Mengungsi
Kantor Wali Kota Madiun Digeledah KPK, Kasus Fee Perizinan Kian Menguat
Kapolri Teken MoU Distribusi Pupuk, Targetkan Kerugian 100 Triliun Tak Terulang
Projo Tolak Wacana Polri Dibawah Kementerian, Khawatirkan Matahari Kembar