Ribuan Warga Lereng Slamet Masih Terjebak di Pengungsian Usai Banjir Bandang

- Kamis, 29 Januari 2026 | 11:45 WIB
Ribuan Warga Lereng Slamet Masih Terjebak di Pengungsian Usai Banjir Bandang

Ribuan warga di lereng Gunung Slamet masih terpaksa tinggal di pengungsian. Ini terjadi setelah banjir bandang melanda wilayah itu beberapa hari lalu. Menurut data terbaru dari BPBD Pemalang, bencana yang terjadi dini hari Sabtu lalu itu tak hanya merenggut kenyamanan, tapi juga merusak puluhan rumah dan jembatan.

Hingga Rabu sore (28/1) pukul 18.00 WIB, tercatat 2.277 jiwa dari 732 keluarga masih belum bisa pulang. Angka ini turun sedikit dari data sebelumnya yang mencapai 2.400 orang. Namun begitu, kondisi mereka tetap memprihatinkan.

Juru Bicara BPBD Pemalang, Misdiyanto, memberikan konfirmasi pada Kamis (29/1).

"Data tercatat pada Rabu Sore (28/01) pukul 18.00 wib, ada 2,2 ribuan warga mengungsi. Data sebelumnya mencapai 2,4 ribu warga mengungsi," jelasnya.

Kebanyakan pengungsi berasal dari Kecamatan Pulosari. Mereka tersebar di berbagai titik darurat. Gedung Aula NU menampung 160 jiwa, sementara sebuah ruangan TK dipenuhi 302 orang. BLK menampung 51 jiwa, dan Kantor Kecamatan Pulosari menjadi rumah sementara bagi 178 warga.

Keadaan serupa terlihat di Desa Penakir. Warga desa ini mengungsi ke berbagai musala dan tempat ibadah. Di Dusun Wanasari saja, Musala Baiturrahim dipenuhi 417 jiwa, Baituttaqwa menampung 179 orang, dan Musala Batusalam dihuni 144 pengungsi.

Pusat pengungsian lain ada di Dusun Sawangan. TPQ Al Hikmah menjadi tempat berlindung bagi 198 jiwa. Sementara itu, masjid lama dan masjid baru Baitul Hikmah masing-masing menampung 152 dan 194 warga.

Di Dusun Sarangan, situasinya cukup padat. Sebuah TPQ di RT 15 menjadi tempat berkumpulnya 473 jiwa. Mereka adalah gabungan warga dari tiga Rukun Tetangga sekaligus. Selain itu, masih ada warga yang mengungsi di Puskesmas Pulosari dan Sima Gintung, meski jumlahnya tak banyak.

Melihat kondisi ini, upaya bantuan terus digelar. Misdiyanto menambahkan bahwa sejumlah dapur umum telah didirikan di beberapa titik. Tujuannya jelas: memastikan kebutuhan logistik para pengungsi tetap terpenuhi di tengah situasi yang sulit ini.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar