Pantau – Gangguan sistem yang dialami Bank Jambi mendorong pihak manajemen untuk buru-buru menormalkan layanan. Mereka berkoordinasi penuh dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Tujuannya jelas: memastikan hak masyarakat untuk mengakses layanan perbankan bisa terpenuhi secepat mungkin.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi. Ia baru saja menghadiri rapat dengar pendapat dengan anggota DPRD Provinsi Jambi, Senin lalu, 2 Maret 2026.
Proses Rebuild Sistem Masih Berlangsung
Menurut Khairul, upaya percepatan ini dilakukan lewat koordinasi intensif. BI dan OJK terlibat langsung. Intinya, proses perbaikan sedang berjalan, meski butuh waktu yang tidak sebentar.
"Secara asesmen dari BI, kami harus melakukan pembangunan kembali sistem (rebuild sistem), artinya ada sistem yang memang harus kami bangun ulang,"
ujarnya.
Dari penilaian itu, terlihat ada bagian-bagian sistem yang benar-benar harus dibangun dari nol. Ini langkah perbaikan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam. Nah, karena skalanya besar, manajemen belum bisa memastikan kapan semua layanan bakal normal 100%.
Meski begitu, pemulihan tetap jalan. Dilakukan bertahap, dengan evaluasi harian bersama BI dan OJK untuk memantau perkembangan. Di sisi lain, untuk sedikit meringankan beban nasabah, manajemen sudah mengajukan permohonan khusus. Mereka ingin membuka layanan tarik tunai terbatas di ATM milik Bank Jambi sendiri (kanal 'on us').
Artikel Terkait
IRGC Ancam Balas Dendam Usai Serangan Gabungan AS-Israel Tewaskan Khamenei
MUI dan PGI Desak Pemerintah Keluar dari Board of Peace Usai Serangan AS-Israel ke Iran
44.500 Penerima Bantuan Kesehatan Nasional Kembali Aktif Usai Pemutakhiran Data
Pelatih Persib Pilih Bungkam Soal Wasit Usai Imbang Lawan Persebaya