Kengerian di Lapangan Hijau dan Amukan Alam di Berbagai Belahan Dunia

- Selasa, 27 Januari 2026 | 10:40 WIB
Kengerian di Lapangan Hijau dan Amukan Alam di Berbagai Belahan Dunia

Selamat datang kembali di "Dunia Hari Ini". Mari kita telusuri apa saja yang terjadi di berbagai belahan dunia dalam satu hari terakhir.

Tragedi Berdarah di Lapangan Hijau Meksiko

Suasana yang seharusnya riuh oleh sorak kemenangan, berubah jadi mimpi buruk di sebuah lapangan sepak bola di Meksiko tengah. Sekelompok pria bersenjata tiba-tiba melepaskan tembakan. Akibatnya, 11 nyawa melayang dan 12 orang lainnya mengalami luka-luka.

Menurut keterangan Wali Kota Salamanca, Cesar Prieto, yang disampaikan lewat media sosial, para penembak itu muncul tepat saat pertandingan hari Minggu (25/01) hampir berakhir.

Dari total korban jiwa, sepuluh orang meninggal di tempat. Satu lainnya tak tertolong setelah dilarikan ke rumah sakit.

Yang menyayat hati, di antara para korban luka terdapat seorang perempuan dan seorang anak kecil.

Prieto dengan tegas menyebut insiden mengerikan ini adalah bagian dari "gelombang kejahatan" yang melanda Salamanca. Dia pun secara terbuka meminta bantuan Presiden Claudia Sheinbaum untuk segera mengatasi kekerasan yang kian menjadi-jadi.

Amukan Musim Dingin di Amerika Utara

Di sisi lain, benua Amerika Utara sedang berjuang melawan amukan alam yang berbeda. Badai musim dingin yang ganas telah merenggut setidaknya sepuluh nyawa.

Bayangkan saja, ranting pohon dan kabel listrik berderak patah tertimpa beban es yang luar biasa berat. Imbasnya, ratusan ribu rumah dan bisnis di kawasan tenggara Amerika terpaksa gelap gulita tanpa listrik.

Badan Layanan Cuaca Nasional memprediksi, hujan es dan salju masih akan berlanjut hingga Senin (26/01). Setelah itu, suhu beku yang ekstrem diperkirakan bakal datang. Kondisi ini jelas mengancam keselamatan perjalanan dan merusak infrastruktur selama beberapa hari ke depan.

Wilayah yang terdampak sangat luas. Salju tebal menyelimuti daerah dari Lembah Ohio hingga timur laut. Sementara itu, ancaman "akumulasi es yang dahsyat" membayangi wilayah mulai dari Lembah Mississippi Bawah hingga pesisir Atlantik Tengah dan tenggara.

"Ini badai yang unik, cakupannya sangat luas," ujar ahli meteorologi Allison Santorelli, menggambarkan betapa seriusnya situasi ini.


Halaman:

Komentar