Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo punya pendapat tegas soal wacana memasukkan Polri ke dalam struktur kementerian. Dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR di Jakarta, Senin lalu, Sigit menegaskan penolakannya. Baginya, posisi Polri harus tetap langsung di bawah Presiden, bukan di bawah menteri.
“Mohon maaf Bapak-bapak, Ibu-ibu sekalian, kami tentunya institusi Polri menolak kalau sampai ada usulan Polri berada di bawah kementerian khusus,” ujar Sigit.
Alasannya jelas. Menurut Sigit, posisi saat ini adalah yang paling ideal. Menempatkan Polri di bawah kementerian justru berpotensi melemahkan institusi itu sendiri, bahkan melemahkan Presiden.
“Karena bagi kami posisi institusi Polri seperti saat ini adalah posisi yang paling ideal. Kita bisa menjadi alat negara yang betul-betul memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Dia khawatir, perubahan itu malah menciptakan ‘matahari kembar’ dalam komando. Artinya, bakal ada dua pusat kendali yang justru mempersulit koordinasi dan respons cepat. “Di satu sisi kita betul-betul bisa berada langsung di bawah Bapak Presiden sehingga pada saat Presiden membutuhkan kami, maka kami bisa bergerak tanpa harus ada kementerian… Ini menimbulkan potensi ‘matahari kembar’ menurut saya,” paparnya.
Menariknya, wacana itu bahkan sampai pada tawaran personal bagi Sigit. Beberapa pihak disebutkan menawarkan dirinya untuk menduduki kursi Menteri Kepolisian jika nantinya kementerian khusus itu benar-benar terbentuk.
“Jadi kalau tadi saya harus memilih karena beberapa kali ada yang menyampaikan, ‘Kapolri sudah 5 tahun, 5 tahun’. Kalau saya harus memilih, dan kemarin sudah saya sampaikan bahkan ada beberapa orang yang menyampaikan kepada saya lewat WA, ‘Mau ndak Pak Kapolri jadi menteri kepolisian’.”
Tawaran itu ditampiknya mentah-mentah. Sigit lebih memilih untuk konsisten dengan penolakan prinsipilnya.
Artikel Terkait
Dua Pelaku Pencurian Motor Berantai di Serang Akhirnya Diciduk Polisi
Adies Kadir: Senang Dipercaya Jadi Hakim MK, Tapi Berat Meninggalkan Rumah Kedua di Komisi III
Truk Mogok di Semanggi, Lalu Lintas Slipi Tersendat Pagi Ini
Jakarta Siaga, 200 Ekskavator Dikerahkan Hadang Banjir