Geopolitik AS di Venezuela dan Greenland: Alarm bagi Kedaulatan Indonesia

- Senin, 26 Januari 2026 | 12:30 WIB
Geopolitik AS di Venezuela dan Greenland: Alarm bagi Kedaulatan Indonesia

Dalam kerangka ketahanan nasional Indonesia, ancaman tidak selalu datang dalam bentuk serangan militer terbuka. Ia bisa lebih halus, berupa tekanan politik, ekonomi, atau diplomasi yang sistematis. Kasus Venezuela dan Greenland adalah contoh nyata ancaman jenis ini di panggung global. Melemahnya prinsip kedaulatan dan membudayanya tindakan sepihak jelas berbahaya. Ini bisa jadi preseden yang merugikan negara berkembang.

Karena itu, ketahanan nasional kita tidak bisa lagi mengandalkan kekuatan pertahanan semata. Pendekatannya harus komprehensif. Diplomasi, ketahanan ekonomi, bahkan ketangguhan ideologi bangsa, semuanya harus diperkuat.

Pelajaran pentingnya jelas: kedaulatan harus ditopang oleh kekuatan nasional yang menyeluruh. Ketergantungan yang berlebihan pada pihak lain, dalam bidang apa pun, adalah titik lemah. Politik luar negeri bebas aktif kita pun harus dimaknai ulang. Bukan sekadar tidak memihak, tapi aktif memperjuangkan hukum internasional dan menolak segala bentuk unilateralisme yang merugikan.

Kerja sama regional juga kunci. Lihat bagaimana negara-negara Eropa merespons isu Greenland. Solidaritas kawasan bisa jadi penyangga yang ampuh. Bagi Indonesia, ASEAN tetap menjadi jangkar stabilitas yang tak tergantikan.

Tak kalah penting adalah ketahanan ekonomi dan penguasaan sumber daya strategis. Konflik geopolitik sering berawal dari perebutan sumber daya. Kita harus pastikan kekayaan alam Indonesia dikelola dengan baik, berdaulat, dan berkelanjutan. Jangan sampai justru menjadi sumber kerentanan.

Faktanya, dunia saat ini belum bergerak ke arah tatanan internasional yang adil. Praktik-praktik kekuasaan lama justru kembali dengan wajah yang lebih kasar. Situasi ini mengingatkan kita bahwa ketahanan nasional bukan konsep usang. Ia adalah strategi bertahan hidup sebuah bangsa di tengah ketidakpastian.

Dengan memperkuat diri secara menyeluruh tanpa terjebak politik blok dan tanpa mengorbankan kedaulatan Indonesia masih punya peluang. Peluang untuk tetap bermain secara konstruktif, menjaga stabilitas di kawasan, dan berkontribusi bagi perdamaian dunia.


Dudih Sutrisman. Analis Kebijakan di Lembaga Ketahanan Nasional RI dan Wakil Ketua Bidang Kerja Sama DPP Ikatan Nasional Analis Kebijakan (INAKI).


Halaman:

Komentar