Di Gedung DPR Senayan, Senin lalu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berbicara panjang lebar soal peran penting Bhabinkamtibmas. Rapat kerja bersama Komisi III DPR itu jadi momen baginya untuk menekankan bahwa Polri punya ujung tombak yang sangat dekat dengan warga.
“Kami fokus untuk terus mengembangkan Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak,” ujar Sigit.
Menurutnya, peran mereka krusial dalam membangun kemitraan dan deteksi dini, lewat pendekatan yang berorientasi pada pemecahan masalah di lapangan.
Nah, yang menarik, Sigit menyebut para Bhabinkamtibmas ini kerap dijuluki ‘Superman’. Alasannya sederhana: mereka serba bisa. Di mata masyarakat, merekalah wajah Polri yang paling humanis dan melayani. Mereka yang setiap hari turun ke gang-gang sempit, menyelesaikan persoalan warga mulai dari yang remeh sampai yang rumit.
“Bhabinkamtibmas adalah tampilan Polri yang humanis dan melayani,” tegasnya.
Namun begitu, di balik peran besarnya, ternyata jumlah mereka masih jauh dari ideal. Sigit mengakui, saat ini cuma 49% desa dan kelurahan yang terjangkau. Padahal, impiannya adalah mewujudkan konsep satu desa satu Bhabinkamtibmas.
Untuk mengejar ketertinggalan itu, upaya pemenuhan sedang digenjot. Strateginya macam-macam, mulai dari rekrutmen baru, peningkatan kompetensi khusus, hingga menugaskan bintara-bintara senior untuk mengisi peran ini. Tujuannya satu: agar pelayanan polisi bisa benar-benar merata, menyentuh hingga ke pelosok.
Artikel Terkait
Tiga Tewas dalam Kecelakaan Maut Dua Motor di Wonogiri, Diduga Pengendara Ambil Jalur Lawan
Presiden Prabowo Instruksikan Percepatan Transisi dari LPG ke CNG Demi Ketahanan Energi Nasional
Tiga Pelaut India Tewas dalam Serangan AS di Dekat Selat Hormuz, Pemerintah India Protes Keras
DPR Tolak Tambahan Anggaran Rp5 Triliun untuk Kemenimipas 2027, Sebut Tak Sejalan dengan Efisiensi Prabowo