Dua orang tewas dalam serangan Israel di Lebanon selatan, menurut keterangan resmi dari kementerian kesehatan setempat. Militer Israel sendiri mengklaim serangan itu ditujukan pada target-target Hizbullah.
Padahal, sudah ada gencatan senjata yang disepakati November tahun lalu. Kesepakatan itu sebenarnya dimaksudkan untuk mengakhiri konflik yang sudah berlarut-larut dengan kelompok bersenjata tersebut. Namun begitu, serangan tetap saja berlanjut. Israel biasanya beralasan mereka menargetkan anggota atau infrastruktur Hizbullah yang didukung Iran. Laporan AFP pada Senin (26/1/2025) mencatat pola ini.
Menurut kementerian kesehatan Lebanon, serangan di dekat Khirbet Selm merenggut satu nyawa dan melukai lima orang lainnya. Korban jiwa lain datang dari serangan terpisah, kali ini di desa Derdghaya.
Tentara Israel, di sisi lain, punya penjelasan berbeda. Mereka menyebut serangan di area Khirbet Selm ditujukan pada sebuah lokasi pembuatan senjata, di mana terdeteksi aktivitas anggota Hizbullah.
Artikel Terkait
Dari Kritik Pedas ke Pujian: Trump Berbalik Arah Puji Keberanian Tentara Inggris
Jakarta Perang Lawan Banjir: Dari Modifikasi Cuaca hingga Pengerukan Sungai
Trump Ancam Hajar Kanada dengan Tarif 100% Jika Dekat ke China
Tentara Israel Diduga Rekayasa Penculikan untuk Tebus Tahanan Palestina