"Dengan situasi dan cuaca seperti ini, jika terus memburuk maka pencarian akan kami tarik sementara. Keselamatan tim juga menjadi prioritas," imbuhnya.
Cuaca memang jadi musuh utama. Menurut Handika dari Unit Siaga SAR Pemalang Basarnas Semarang, informasi baru diterima sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka langsung bergerak meski medan yang ditempuh cukup jauh dan berat.
"Terjadi tanah longsor di Dukuh Siranti. Ada dua korban atas nama Hamim dan Aksinudin. Diinfokan bapak-anak," jelas Handika saat dihubungi.
Ia melanjutkan, kendala utama adalah cuaca ekstrem. Hujan dan kabut tebal bukan hanya menghambat, tapi juga membahayakan keselamatan para petugas di lapangan. Sampai saat ini, seluruh tim masih berjibaku di lokasi, berharap bisa menemukan kedua korban secepat mungkin.
Artikel Terkait
Menko Hukum dan HAM Buka Suara: Status WNI yang Jadi Tentara Asing Tak Hilang Otomatis
Menteri Trenggono Jatuh Saat Pimpin Pelepasan Jenazah Korban Kecelakaan Pesawat
Dari Kritik Pedas ke Pujian: Trump Berbalik Arah Puji Keberanian Tentara Inggris
Jakarta Perang Lawan Banjir: Dari Modifikasi Cuaca hingga Pengerukan Sungai