Orang tua Pretti bersikeras bahwa putra mereka sedang berusaha melindungi seorang wanita demonstran yang didorong oleh agen federal. Saat itulah, kata mereka, penembakan terjadi.
Lebih detail mereka menjelaskan, tangan kanan Pretti memegang telepon. Tangan kirinya kosong, terangkat di atas kepala, sementara ia berusaha melindungi wanita yang baru saja jatuh terdorong dan matanya tersiram semprotan merica.
Keluarga itu marah. Mereka mengecam keras apa yang disebut sebagai "kebohongan menjijikkan" dari pemerintah. Senjata yang ditemukan, yang katanya punya izin, tidak sedang dipegang saat kejadian. Sekarang, mereka hanya ingin publik tahu kebenaran tentang anak mereka yang baik itu.
Insiden memilukan ini terjadi di jalanan licin kota Midwest, kurang dari tiga pekan setelah petugas ICE menembak mati Renee Good (37) di dalam mobilnya. Kematian Pretti memicu gelombang protes baru. Banyak pejabat lokal mengecam dan membantah klaim cepat pemerintah Trump yang menyatakan Pretti berniat melukai agen federal saat demonstrasi penolakan penindakan imigrasi berlangsung. Suasana kota itu kini kembali memanas.
Artikel Terkait
Polres Metro Tangerang Kota Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
KARA Raih Tiga Penghargaan Nilai Pelanggan dari Survei Konsumen di Enam Kota
Mendes PDTT Desak Pembaruan Data Tunggal untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kapolda Riau Dianugerahi Maklumat Hari Ekosistem Atas Komitmen Green Policing