"Apa yang terjadi di negara kita sungguh menjijikkan," katanya tegas. "Apa yang dilakukan Trump dan Kristi Noem dan ICE terhadap warga negara kita dan orang-orang yang tanpa dokumen adalah keterlaluan. Ini harus diakhiri."
Insiden penembakan yang memicu kemarahan publik ini sendiri masih diselimuti dua versi. Departemen Keamanan Dalam Negeri bersikukuh menyebutnya sebagai tindakan membela diri. Menurut mereka, seorang agen Patroli Perbatasan terpaksa menembak setelah seorang pria mendekat dengan pistol dan melawan saat akan dilucuti.
Namun begitu, cerita itu langsung dipertanyakan. Rekaman video dari saksi mata yang berhasil diverifikasi justru menunjukkan gambaran yang berbeda. Dalam video itu, Alex Pretti terlihat memegang telepon, bukan senjata api. Saat itu, ia tampaknya sedang berusaha menolong para pengunjuk rasa lain yang sudah lebih dulu didorong ke tanah oleh para agen.
Kontras antara dua narasi itu versi resmi pemerintah dan bukti visual dari warga menjadi bahan bakar utama yang memicu demonstrasi besar-besaran. Kecaman pun bergulir dari berbagai penjuru, tak terkecuali dari selebritas Hollywood yang suaranya mampu menggema jauh lebih keras.
Artikel Terkait
BGN Hentikan Sementara 2.004 SPPG di Jawa dan Sumatera Akibat Belum Miliki Sertifikat Laik Higiene
Dolar AS Menguat Signifikan di Tengah Lonjakan Harga Minyak
Gunung Semeru Erupsi Empat Kali, Kolom Abu Capai 600 Meter
Menpora Erick Thohir Kecam Pelecehan Seksual oleh Pelatih Kickboxing di Jawa Timur