Ia kemudian menggambarkan betapa berat minggu-minggu terakhir ini. "Seminggu terakhir ini memang melelahkan tidak hanya fisik tetapi mental karena keluarga besar KKP tengah ditimpa musibah kecelakaan pesawat ATR 42-500."
Rupanya, jadwalnya juga sangat padat. Baru saja ia pulang dari kunjungan kerja mendampingi Presiden Prabowo ke luar negeri, langsung harus memimpin upacara yang penuh duka pagi ini.
"Walau tengah menjalankan tugas negara mendampingi Presiden di London dan Davos, sebagai komandan di KKP saya selalu bersama pasukan baik suka dan duka," ujarnya tegas.
Menjadi inspektur upacara perpisahan terakhir bagi stafnya, bagi Trenggono, adalah sebuah kewajiban dan bentuk pendampingan.
Di akhir pesannya, ia kembali berterima kasih. "Sekali lagi terima kasih atas doa dan dukungan semuanya. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia."
Dari pihak KKP sendiri, mereka memastikan tidak ada penyakit serius yang diderita sang menteri. Hanya kelelahan biasa. Trenggono dipastikan sudah bisa kembali beraktivitas normal mulai besok.
Artikel Terkait
BGN Hentikan Sementara 2.004 SPPG di Jawa dan Sumatera Akibat Belum Miliki Sertifikat Laik Higiene
Dolar AS Menguat Signifikan di Tengah Lonjakan Harga Minyak
Gunung Semeru Erupsi Empat Kali, Kolom Abu Capai 600 Meter
Menpora Erick Thohir Kecam Pelecehan Seksual oleh Pelatih Kickboxing di Jawa Timur