Ia juga membawa serta dokumen MoU yang ditandatanganinya untuk Kemenpora. Menurutnya, tak cuma kementeriannya saja yang terlibat. Ada beberapa kementerian dan lembaga lain yang juga ikut serta dalam penandatanganan kerja sama itu.
Lalu, bagaimana dengan peran Menag Yaqut? Pertanyaan ini rupanya juga mengemuka. Dito ditanya mengapa Yaqut tidak hadir dalam kunjungan kerja tersebut.
Dito berusaha menjawab. Ia menegaskan bahwa pertemuan dengan pihak Arab Saudi bukan cuma membahas haji. Agendanya luas, mulai dari investasi hingga Ibu Kota Nusantara. Namun begitu, ia tak menampik bahwa isu pelayanan haji bagi jemaah Indonesia sempat dibicarakan juga. Hanya saja, pembahasannya bukan menjadi satu-satunya topik utama.
Pemeriksaan terhadap Dito ini jelas memberi warna baru. Kasus kuota haji yang sempat sepi kembali mencuat, dengan titik terang yang mulai terlihat.
Artikel Terkait
DPR Sahkan Lima Nama Dewan Komisioner OJK Periode 2026-2031
IHSG Mengawali Perdagangan dengan Kenaikan Tipis di Tengah Sentimen Global Campur Aduk
BBC Masuki Markas Rahasia Batalion Perempuan Kurdi di Tengah Ketegangan Iran-AS
Saan Mustopa Ingatkan Kepala Daerah Jaga Integritas di Tengah Rentetan OTT KPK