Kunjungan kerja ke Bogor pekan lalu menyisakan catatan penting bagi anggota DPR. Endang Setyawati Thohari dari Fraksi Gerindra menilai, tekad politik Presiden Prabowo di bidang pertanian memang sudah jelas. Tapi, menurutnya, tekad saja tak cukup. Semangat itu harus dibarengi dengan regulasi yang kuat dan yang tak kalah krusial dana riset yang memadai.
Masalahnya, dukungan anggaran untuk inovasi teknologi pertanian masih terbilang lemah. Padahal, hasil riset dari berbagai lembaga penelitian sudah banyak bermunculan. Sayangnya, banyak temuan cemerlang itu mentok di rak laboratorium. Alasan klasik: keterbatasan dana menghambat penyebarluasan teknologi ke tangan petani.
"BRMP sebagai penerus badan litbang harus benar-benar menjadi prioritas dalam pembangunan pertanian nasional," tegas Endang.
Ia juga menyoroti hal lain yang mendesak: percepatan pengesahan Undang-Undang Sumber Daya Genetik. Ini penting untuk melindungi kekayaan genetik kita. Indonesia punya zona agroekologi yang sangat beragam, dan itu butuh payung hukum yang jelas. Tujuannya, agar pengembangan varietas unggul nggak asal-asalan, tapi betul-betul sesuai potensi lokal.
"Bibit unggul belum tentu berhasil jika tidak sesuai dengan zona agroekologinya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/1/2026).
Artikel Terkait
Saan Mustopa Ingatkan Kepala Daerah Jaga Integritas di Tengah Rentetan OTT KPK
Pelni Siapkan Sembilan Kapal untuk Layani Mudik Lebaran 2026
Brimob Bubarkan Aksi Balap Liar di Duren Sawit, Tiga Pemuda Diamankan
Truk Terguling di Depan Gedung DPR/MPR, Macet Parah dan Layanan Transjakarta Terganggu