Banjir Menggenang, Omzet Bakso Keliling di Rawa Buaya Malah Melonjak

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 16:35 WIB
Banjir Menggenang, Omzet Bakso Keliling di Rawa Buaya Malah Melonjak

Bagi kebanyakan orang, banjir adalah musibah. Tapi bagi Purwanto, penjual bakso keliling di Rawa Buaya, Jakarta Barat, genangan air justru membawa rezeki tak terduga. Saat kawasan itu terendam pada Sabtu (24/1/2026) lalu, lapaknya malah ramai diserbu pembeli.

Purwanto, pria 41 tahun asal Wonogiri itu, sudah akrab dengan banjir tahunan di lokasi jualannya. Menurut pengakuannya, ketinggian air bahkan sempat menyentuh 60 sentimeter. “Dua kali kena banjir, tahun kemarin sama tahun ini,” ujarnya. “Tingginya sama, di atas dengkul.”

Hari sebelumnya, ia sama sekali tak bisa berjualan. Tempatnya terendam, akses untuk belanja bahan baku pun terputus. Namun begitu air mulai surut, keadaan berubah total.

“Kemarin nggak bisa jualan karena banjir, nggak bisa belanja,” katanya. “Tapi hari ini omzetnya beda, naik daripada hari-hari biasa.”

Rupanya, banyak warga yang rumahnya kebanjiran memilih membeli makanan jadi. Purwanto menduga, mereka tak sempat atau tak bisa memasak sendiri di rumah. “Karena banjir, orang-orang kebanjiran. Mungkin karena nggak masak,” ucapnya sambil tersenyum.

Lapak sederhananya itu ramai sejak siang. Pembeli berdatangan, sering kali sekeluarga sekaligus. “Tadi penuh. Datangnya bareng-bareng sekeluarga,” tuturnya.

Angkanya pun melonjak drastis. Biasanya, dalam sehari ia hanya menjual 80 sampai 100 mangkuk bakso. Tapi di hari banjir itu, penjualannya nyaris dua kali lipat. “Hari ini sudah hampir 200-an,” akunya.

Purwanto berjualan rutin setiap hari dari pukul sepuluh pagi sampai sembilan malam. Ia sudah terbiasa dengan ritme tahunan ini. Banjir besar datang setahun sekali, sementara hujan biasa tak sampai menyebabkan genangan parah. “Kalau hujan biasa mah nggak sampai banjir gede,” imbuhnya, menerangkan situasi yang sudah ia jalani bertahun-tahun.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar