Jalan RE Martadinata di depan Jakarta International Stadium (JIS) masih terendam air rob pada Jumat (5/12) lalu. Genangan air asin itu bikin sejumlah pengendara motor kesulitan, bahkan tak sedikit yang akhirnya mogok di tengah jalan.
Sejak pagi, rob sudah membanjiri ruas jalan itu. Banyak titik yang jadi sulit dilalui, terutama untuk kendaraan roda dua. Di sepanjang tepian, terlihat beberapa pengendara terpaksa berhenti dan berusaha memperbaiki motornya yang mati mendadak.
Salah satunya adalah Gunawan, seorang driver ojek online.
“Iya, businya kena, ini lagi nunggu kering dulu baru mau coba dinyalahin. Nggak ada kunci-kunci soalnya,” ujarnya.
Sebenarnya, dia biasanya menghindari jalur ini kalau tahu ada banjir. Tapi hari itu, dia mengira kondisi rob sudah tidak separah sebelumnya.
“Kemarin nggak lewat sini karena tahu banjir, kirain hari ini banjirnya nggak separah kemarin,” jelas Gunawan.
Yang agak menyebalkan, kejadian ini terjadi saat dia sedang membawa penumpang.
“Iya diturunin di sini tadi, temen yang ambil. Tadi masih dikasih uangnya katanya nggak apa-apa ambil aja pak. Nanti temennya bapak saya bayar juga,” ceritanya.
Sudah pasti, mogoknya motor itu mengganggu pekerjaannya. “Iya,” jawabnya singkat saat ditanya soal itu. Untunglah, setelah busi dikeringkan, motornya akhirnya bisa hidup lagi. “Alhamdulillah,” ucapnya lega.
Nasib serupa dialami Cimon, pengendara lain yang motornya mengalami masalah di tempat yang sama.
“Ini rantainya copot,” katanya sambil berusaha memperbaiki dengan alat seadanya hanya sebuah paku.
Cimon yang sehari-hari lewat jalur ini untuk kerja di Marunda mengeluh. “Pasti kan air laut, ini cepat berkarat,” ujarnya tentang dampak rob. Dia tinggal di Sunter, dan meski tahu risiko, terpaksa tetap lewat sini karena rute lain memutar jauh ke Kelapa Gading.
Pos Darurat dan Bantuan dari BPBD
Di tengah kesulitan para pengendara, ada sedikit bantuan. BPBD DKI Jakarta membangun sebuah pos darurat di lokasi untuk menangani motor-motor yang mogok. Petugas BPBD dan PPSU terlihat sibuk memeriksa kendaraan, bahkan mendorongnya ke tempat yang lebih aman.
“Saya dari petugas penanggulangan bencana dari BPBD Provinsi DKI Jakarta,” kata Ezar Kurnia Fauzan, salah seorang petugas di sana.
Menurut Ezar, pos ini sengaja disiapkan mengingat rob sering jadi biang kerok kendaraan mogok. “Jadi pos ini memang kita pasang untuk standby petugas dan untuk istirahat para pemotor yang motornya mogok,” jelasnya. Bagi dia, ini murni bentuk pelayanan kepada masyarakat.
Pos tersebut sudah beroperasi sejak sehari sebelumnya. Rupanya, mereka sudah dapat peringatan dari BMKG tentang potensi rob dari tanggal 1 hingga 10 Desember.
“Dari kemarin kita standby,” ujar Ezar.
Dari pengalamannya, motor-motor matik kecil seperti Beat paling sering jadi korban. “Kebanyakan motor-motor Beat sih,” katanya. “Iya, karena dia rentan, akinya juga di bawah soalnya.”
Lalu, apa yang biasanya diperiksa petugas saat motor mogok? “Biasanya kita cek dulu bagian yang mungkin knalpotnya kemasukan air. Terus ada kita sediain alat-alat buat dicek lebih lanjut,” papar Ezar. Triknya sederhana: menunggu mesin yang dingin jadi panas lagi. “Biasanya kan motor dingin, tunggu panas dulu baru bisa jalan lagi.”
Meski bantuan ada, suasana di Jalan RE Martadinata hari itu tetap saja merepotkan. Genangan rob datang, motor mogok, dan aktivitas warga pun ikut tersendat.
Artikel Terkait
Mobil Boks Terguling di Jalur Banjar-Pangandaran, Sopir Terjebak Dua Jam
Kericuhan Usai Persib Kalahkan Bhayangkara, Suporter Lempar Flare ke Arah Steward
Shakhtar Donetsk Jamu Crystal Palace di Semifinal Conference League di Polandia Akibat Perang
Braga dan Freiburg Bersaing Ketat di Semifinal Liga Europa, Leg Kedua Jadi Penentu