Mantan Kajari Hulu Sungai Utara, Albertinus P Napitupulu, resmi mengajukan permohonan praperadilan. Permohonannya ini terkait dengan penyitaan yang dilakukan dalam kasus dugaan pemerasan yang menjerat dirinya. Sidang pertamanya baru akan digelar dua pekan mendatang.
Informasi ini terlihat dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Permohonan dengan nomor register 8/Pid.Pra/2026/PN JKT.SEL itu diajukan Albertinus pada Jumat, 23 Januari lalu.
Di laman SIPP itu tertulis jelas soal pokok permohonannya: "Klasifikasi perkara: sah atau tidaknya penyitaan."
Untuk sementara, detail petitum atau tuntutan dalam permohonan tersebut belum bisa diakses. Yang sudah pasti, sidang perdana praperadilan melawan KPK ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 6 Februari 2026.
"Jumat, 6 Februari 2026 jam 11.00 WIB sampai dengan selesai agenda sidang pertama," begitu bunyi pengumuman dalam SIPP.
Kasus ini sendiri berawal dari penetapan tersangka oleh KPK terhadap tiga orang. Selain Albertinus, dua lainnya adalah eks Kasi Intel Kejari HSU Asis Budianto dan eks Kasi Datun Taruna Fariadi. Mereka diduga melakukan pemerasan terhadap sejumlah kepala dinas di wilayah HSU.
Artikel Terkait
Pesta Pernikahan Berubah Tragis, Bom Bunuh Diri Tewaskan Tujuh Orang di Pakistan
Banjir Menggenang, Omzet Bakso Keliling di Rawa Buaya Malah Melonjak
Bareskrim Geledah Kantor PT Dana Syariah Indonesia 16 Jam, Sita Dokumen Kontainer
Banjir Jakarta Surut, 59 RT Masih Terendam Air hingga 2 Meter