Penjelasannya itu sekaligus menepis dugaan-dugaan yang berkembang. Di sisi lain, ini mengingatkan kita pada penjelasan resmi Gedung Putih sebelumnya. Mereka menyebut memar-memar itu akibat kombinasi antara kebiasaan Trump yang gemar berjabat tangan dan konsumsi aspirin untuk kesehatan jantungnya. Aspirin dosis tinggi, kata mereka, memang bisa membuat seseorang mudah memar.
Trump sendiri rupanya mengakui hal itu. Ia bahkan terlihat agak berseloroh tentang kondisi tersebut.
"Saran saya, minum saja aspirin kalau kalian sayang sama jantung. Tapi jangan minum kalau tidak mau tangan kalian lebam-lebam," candanya di pesawat kepresidenan itu.
Dia mengaku masih mengonsumsi aspirin dosis tinggi meski dokter pribadinya sudah memintanya berhenti. Alasannya sederhana: Trump merasa tubuhnya sehat, tapi tak mau mengambil risiko untuk kesehatan kardiovaskularnya. Soal memar? Itu dianggapnya efek samping yang tak berarti.
Jadi, begitulah. Dari benturan meja sampai pil pengencer darah, kisah memar di tangan presiden AS ini kembali menjadi bahan pembicaraan. Dan seperti biasa, Trump sendiri yang paling cepat memberi penuturan.
Artikel Terkait
Polres Metro Tangerang Kota Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
KARA Raih Tiga Penghargaan Nilai Pelanggan dari Survei Konsumen di Enam Kota
Mendes PDTT Desak Pembaruan Data Tunggal untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kapolda Riau Dianugerahi Maklumat Hari Ekosistem Atas Komitmen Green Policing