Penjelasannya itu sekaligus menepis dugaan-dugaan yang berkembang. Di sisi lain, ini mengingatkan kita pada penjelasan resmi Gedung Putih sebelumnya. Mereka menyebut memar-memar itu akibat kombinasi antara kebiasaan Trump yang gemar berjabat tangan dan konsumsi aspirin untuk kesehatan jantungnya. Aspirin dosis tinggi, kata mereka, memang bisa membuat seseorang mudah memar.
Trump sendiri rupanya mengakui hal itu. Ia bahkan terlihat agak berseloroh tentang kondisi tersebut.
"Saran saya, minum saja aspirin kalau kalian sayang sama jantung. Tapi jangan minum kalau tidak mau tangan kalian lebam-lebam," candanya di pesawat kepresidenan itu.
Dia mengaku masih mengonsumsi aspirin dosis tinggi meski dokter pribadinya sudah memintanya berhenti. Alasannya sederhana: Trump merasa tubuhnya sehat, tapi tak mau mengambil risiko untuk kesehatan kardiovaskularnya. Soal memar? Itu dianggapnya efek samping yang tak berarti.
Jadi, begitulah. Dari benturan meja sampai pil pengencer darah, kisah memar di tangan presiden AS ini kembali menjadi bahan pembicaraan. Dan seperti biasa, Trump sendiri yang paling cepat memberi penuturan.
Artikel Terkait
Warga Petogogan Bersihkan Sisa Banjir, Genangan Terakhir Bertahan di Pulo Raya
Warga Rawa Buaya Teriak Minta Pompa, Gubernur Pramono Langsung Janjikan Tambahan
Nahas di Tengah Hujan, Pejalan Kaki Terseret 200 Meter Usai Ditabrak Angkot
Februari 2026 Siapkan Libur Panjang Empat Hari untuk Imlek