Di tengah situasi itu, Away dan beberapa pemuda lain tak tinggal diam. Mereka berinisiatif membuat rakit darurat. Rakit itu jadi penolong utama untuk mobilitas warga, mulai dari menyeberangkan motor, membantu lansia, sampai mengantar anak-anak sekolah.
“Kami juga siapkan gerobak buat yang mau lewat, baik yang berangkat kerja atau anak-anak sekolah,” tambah Away.
Di sisi lain, data dari Polres Serang menyebutkan pemicu banjir adalah luapan dari Sungai Susukan dan Sungai Cikambuy. Ketinggian airnya bervariasi, ada yang baru sebetis 20 sentimeter, tapi ada juga yang mencapai 1,5 meter nyaris setinggi orang dewasa.
Dampaknya terasa di lima kampung. Yang paling parah adalah Kampung Muncel dan Kampung Bojong Madang. Keduanya sempat terisolasi karena jalan utamanya hilang ditelan genangan.
Bukan cuma rumah warga yang terendam. Sekolah pun ikut menjadi korban. SMAN 1 Pamarayan kebanjiran dengan ketinggian 20 hingga 40 sentimeter, yang otomatis menghentikan aktivitas belajar mengajar. Ruang kelas sepi, digantikan oleh air yang menggenang.
Artikel Terkait
Puing Pesawat di Bulusaraung Tak Akan Dievakuasi Seluruhnya
Selebgram Lula Lahfah Ditemukan Meninggal di Apartemen Jakarta Selatan
Kapolda Banten Soroti 180 Juta Warganet, Humas Polri Dituntut Lebih Cerdas di Era Digital
Longboat Terbalik di Halmahera Selatan, Satu Tewas dan Satu Masih Hilang