Bagi warga Pamarayan di Kabupaten Serang, banjir sudah seperti tamu rutin yang datang tanpa diundang. Baru masuk Januari 2026, tapi wilayah mereka sudah kebanjiran sampai empat kali. Sungguh melelahkan.
“Ini yang keempat kalinya. Air datang, surut, lalu datang lagi. Dan yang sekarang ini paling parah,” ujar Madroni, atau yang akrab disapa Away, Ketua Karang Taruna setempat.
Dia bercerita, genangan air sudah menggenangi permukiman selama dua hari penuh. Dan hari ini, bukannya surut, malah makin naik hingga merembes masuk ke dalam rumah-rumah. Menurut Away, warga sebenarnya sudah nggak kaget lagi. Tapi kewaspadaan tetap dijaga, siapa tahu situasinya makin buruk.
“Banjir itu sudah langganan tahunan. Kalau musim hujan tiba, ya sudah pasti kami kebanjiran. Bukan cuma tahun ini, tahun-tahun kemarin juga sama saja. Jadi ya, ini sudah biasa,” katanya lagi, terdengar pasrah namun tetap sigap.
Karena belum ada lokasi pengungsian resmi, warga yang rumahnya terendam terpaksa mengungsi ke tetangga yang lebih beruntung, rumahnya masih kering.
Artikel Terkait
Puing Pesawat di Bulusaraung Tak Akan Dievakuasi Seluruhnya
Selebgram Lula Lahfah Ditemukan Meninggal di Apartemen Jakarta Selatan
Kapolda Banten Soroti 180 Juta Warganet, Humas Polri Dituntut Lebih Cerdas di Era Digital
Longboat Terbalik di Halmahera Selatan, Satu Tewas dan Satu Masih Hilang