Takaichi Pertaruhkan Kursi Perdana Menteri di Pemilu Februari

- Jumat, 23 Januari 2026 | 14:55 WIB
Takaichi Pertaruhkan Kursi Perdana Menteri di Pemilu Februari

Takaichi bilang semua akan dijalankan secara "bertanggung jawab." Tapi pasar tak sepenuhnya percaya. Rencana pemotongan pajak itu mengguncang pasar obligasi pekan ini, menambah kekhawatiran akan defisit yang dibiayai utang. Hasil obligasi pemerintah melonjak, sinyal jelas berkurangnya kepercayaan investor.

Mata semua orang kini tertuju pada Bank of Japan. Bank sentral dijadwalkan umumkan keputusan kebijakan moneter Jumat sore setelah rapat dua hari. Mereka diperkirakan tak akan ubah suku bunga, tapi sikap mereka terhadap gejolak pasar akan jadi sorotan utama.

Pertarungan Baru di Panggung Politik

LDP sudah memerintah Jepang puluhan tahun hampir tanpa jeda. Tapi kali ini, tantangannya berbeda. Menjelang pemilu, Partai Demokrat Konstitusional menggandeng Partai Komeito membentuk aliansi baru: Centrist Reform Alliance. Koalisi ini berharap bisa meraih pemilih mengambang yang selama ini mendukung Takaichi.

Analis bilang pemilu bisa berlangsung ketat, tergantung pada kemampuan aliansi baru itu konsolidasikan suara. Meski begitu, peluang oposisi untuk menang secara keseluruhan masih dianggap kecil.

“Faktor penentu hasil pemilu bisa terletak pada perilaku memilih kelompok usia muda dan paruh baya, seperti yang terjadi pada pemilu majelis tinggi Juli lalu,” tulis Mizuho Research & Technologies dalam sebuah catatan analisis.

Dan di segmen pemilih muda inilah Takaichi punya modal kuat. Jajak pendapat akhir Desember 2025 oleh harian Sankei Shimbun dan Fuji Television menunjukkan dukungan terhadap pemerintahannya mencapai sekitar 90% di kalangan pemilih di bawah 30 tahun. Angka yang fantastis, dan mungkin jadi kunci bagi taruhan politik besarnya di bulan Februari nanti.

Artikel ini merupakan adaptasi dari berita dalam bahasa Inggris.

Disusun oleh Ausirio Sangga Ndolu

Editor: Muhammad Hanafi


Halaman:

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini