"Saat ini, dalam satu tahun, kami telah mencapai 21.102 dapur yang melayani seluruh negeri. Hingga tadi malam, kami memproduksi 59,8 juta makanan untuk 59,8 juta anak-anak, ibu, dan lansia yang tinggal sendirian. Mereka menerima makanan ini setiap hari," jelas Prabowo.
"Sebagai perbandingan, dalam waktu sekitar satu bulan, kami akan melampaui 68 juta makanan per hari yang diproduksi McDonald's,"
Pernyataan itu langsung disambut tepuk tangan dan tawa riuh dari para hadirin.
Forum Ekonomi Dunia tahun ini sendiri mengusung tema "Semangat Dialog". Tema itu dipilih untuk menekankan kolaborasi di tengah ketidakpastian ekonomi global dan dinamika geopolitik yang terus berubah. Bagi Indonesia, keikutsertaan dalam forum ini jelas punya arti strategis. Ini adalah momentum untuk menunjukkan posisi Indonesia di peta ekonomi global, sekaligus menarik minat investor terutama di sektor-sektor potensial seperti energi hijau dan ekonomi digital.
Tak cuma hadir dalam sesi-sesi diskusi, Indonesia juga aktif memanfaatkan ajang ini untuk menjalin relasi. Sebuah Paviliun Indonesia berdiri dari tanggal 19 hingga 23 Januari. Selain itu, digelar juga acara "Indonesia Night" pada 21 Januari sebagai sarana untuk menjalin hubungan langsung dan memperkuat jaringan. Tujuannya satu: mendorong lebih banyak investasi masuk ke Tanah Air.
Jadi, dari pertemuan santai dengan ikon sepakbola hingga presentasi data yang ambisius di depan forum dunia, kunjungan Prabowo ke Davos terasa padat dan penuh warna.
Artikel Terkait
Polres Metro Tangerang Kota Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
KARA Raih Tiga Penghargaan Nilai Pelanggan dari Survei Konsumen di Enam Kota
Mendes PDTT Desak Pembaruan Data Tunggal untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kapolda Riau Dianugerahi Maklumat Hari Ekosistem Atas Komitmen Green Policing