Namun begitu, pesannya jelas: pemerintah dituntut kehati-hatian yang sangat tinggi.
Kekhawatirannya nyata. Teuku berharap komitmen Indonesia yang selama ini dijaga dalam mendukung kemerdekaan Palestina tidak tiba-tiba hancur oleh mekanisme internal badan baru tersebut.
“Dituntut kehati-hatian yang sangat tinggi, agar niat baik pemerintah Indonesia ini dalam praktiknya kelak tidak dihancurkan oleh mekanisme pengambilan keputusan dalam Board of Peace, yang tidak mengindahkan seluruh Resolusi dalam Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang menjunjung tinggi marwah masyarakat Palestina dan masa depan Palestina melalui Solusi Dua Negara,” tegasnya.
Jadi, di balik keputusan yang terlihat strategis ini, ada medan diplomatik yang rumit menanti. Indonesia harus berjalan di atas tali, menjaga kedaulatan dan prinsipnya di tengah arus struktur global yang mungkin saja berubah.
Artikel Terkait
Tangerang Tenggelam: 32 Titik Banjir dan Pohon Tumbang Usai Hujan Semalam
Flyover Pesing: Genangan Air dan Riwayat Kecelakaan yang Tak Kunjung Usai
Stensil Tangan 67.800 Tahun di Muna Ubah Peta Peradaban Dunia
BNN Luncurkan Unit Layanan Narkoba di Lahat, Targetkan 50 Titik Baru di Seluruh Indonesia