Namun begitu, pesannya jelas: pemerintah dituntut kehati-hatian yang sangat tinggi.
Kekhawatirannya nyata. Teuku berharap komitmen Indonesia yang selama ini dijaga dalam mendukung kemerdekaan Palestina tidak tiba-tiba hancur oleh mekanisme internal badan baru tersebut.
“Dituntut kehati-hatian yang sangat tinggi, agar niat baik pemerintah Indonesia ini dalam praktiknya kelak tidak dihancurkan oleh mekanisme pengambilan keputusan dalam Board of Peace, yang tidak mengindahkan seluruh Resolusi dalam Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang menjunjung tinggi marwah masyarakat Palestina dan masa depan Palestina melalui Solusi Dua Negara,” tegasnya.
Jadi, di balik keputusan yang terlihat strategis ini, ada medan diplomatik yang rumit menanti. Indonesia harus berjalan di atas tali, menjaga kedaulatan dan prinsipnya di tengah arus struktur global yang mungkin saja berubah.
Artikel Terkait
Polres Metro Tangerang Kota Sediakan Layanan Titip Kendaraan Gratis untuk Pemudik
KARA Raih Tiga Penghargaan Nilai Pelanggan dari Survei Konsumen di Enam Kota
Mendes PDTT Desak Pembaruan Data Tunggal untuk Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Kapolda Riau Dianugerahi Maklumat Hari Ekosistem Atas Komitmen Green Policing