Klarifikasi Yusuf Mansur Soal Video Jual Beli Doa: "Itu Video Lama, Cuma Bercanda!"
Nama Ustaz Yusuf Mansur kembali viral di media sosial, kali ini karena sebuah video lawas yang menampilkannya seolah menawarkan jasa doa secara online. Video tersebut memicu gelombang kritik dan cemoohan dari netizen yang menilai aksinya sebagai bentuk komersialisasi agama yang tidak pantas.
Dalam video yang beredar, Yusuf Mansur terdengar menawarkan sebuah "paket" di mana ia akan mendoakan jamaah atau pengikutnya jika mereka melakukan sesuatu. Banyak pihak yang menginterpretasikan hal ini sebagai bentuk transaksi finansial yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama.
Menghadapi badai hujatan yang tak henti-hentinya, Yusuf Mansur akhirnya buka suara melalui serangkaian unggahan dan klarifikasi. Ayah dari Wirda Mansur ini mencoba meredam situasi dengan dua penjelasan utama.
Klarifikasi Yusuf Mansur: Video Lama dan Hanya Candaan
Dalam klarifikasinya, Yusuf Mansur menegaskan bahwa video yang beredar adalah video lama. Lebih lanjut, ia mengklaim bahwa seluruh ucapannya dalam video tersebut hanyalah candaan belaka. Menurutnya, konteks dari ucapannya saat itu adalah untuk memotivasi jamaah agar lebih bersemangat dalam bersedekah, dan frasa "jasa doa" hanyalah gaya bahasanya yang hiperbolis dan tidak untuk diartikan secara harfiah.
Respons Netizen: Klarifikasi Dinilai Gagal Total
Namun, publik tampaknya sudah lelah dengan pola klarifikasi yang sama. Alasan "video lama" dan "cuma bercanda" dianggap sebagai tameng yang selalu digunakan setiap kali pernyataannya menjadi kontroversial. Netizen ramai-ramai mengkritik klarifikasinya di berbagai platform media sosial.
Banyak netizen menilai bahwa seorang pendakwah seharusnya lebih berhati-hati dalam memilih kata, bahkan saat bercanda sekalipun, terutama jika menyangkut masalah sensitif seperti uang dan ibadah. Beberapa komentar netizen bahkan menyoroti pola yang sama dalam setiap klarifikasi kontroversi yang melibatkan Yusuf Mansur.
Kasus ini kembali membuka keraguan publik terhadap rekam jejak Yusuf Mansur, yang sebelumnya juga sering tersandung kontroversi terkait bisnis dan klaim-klaimnya. Klarifikasinya yang dinilai gagal ini justru semakin memperkuat citranya di mata sebagian publik sebagai sosok yang sulit dipercaya.
Artikel Terkait
Manchester City Kalahkan Chelsea 1-0 di Final Piala FA, Gol Semenyo Jadi Penentu
Polri Bangun 28 Gudang Ketahanan Pangan di Seluruh Indonesia untuk Serap Hasil Panen
Polri Target Bangun 1.500 Unit Dapur Gizi pada 2026 untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Prabowo: Pangan Fondasi Negara, Swasembada Indonesia Tembus Target Lebih Cepat di Tengah Krisis Global