Delegasi Trump Dikabarkan Buang Cenderamata China Usai Pertemuan Bilateral di Beijing

- Minggu, 17 Mei 2026 | 06:10 WIB
Delegasi Trump Dikabarkan Buang Cenderamata China Usai Pertemuan Bilateral di Beijing

Sebuah kejadian tak lazim mewarnai lawatan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, beserta delegasinya ke China. Rombongan yang baru saja menjalani pertemuan bilateral dengan Presiden Xi Jinping itu dilaporkan enggan membawa pulang barang-barang yang diterima selama berada di Negeri Tirai Bambu. Bahkan, sejumlah cenderamata yang dibagikan oleh pejabat China dikabarkan dibuang sebelum mereka meninggalkan Beijing dengan pesawat kepresidenan Air Force One.

Peristiwa ini terungkap dari laporan kantor berita AFP yang dirangkum pada Sabtu (16/5/2026). Trump dan rombongan dilaporkan bertolak dari Washington DC menuju China pada Selasa (12/5) waktu AS, dan tiba di Beijing sehari kemudian. Kunjungan tersebut menjadi momen bersejarah karena merupakan perjalanan pertama Trump ke China dalam satu dekade terakhir.

Agenda utama pertemuan itu adalah memperkuat hubungan perdagangan kedua negara di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Isu sensitif seperti Taiwan dan Iran turut menjadi topik pembicaraan yang berpotensi memicu gesekan antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia. Namun, di balik agenda resmi yang penuh kehati-hatian, sikap delegasi AS terhadap barang-barang pemberian tuan rumah justru menimbulkan pertanyaan.

Sementara itu, motif di balik penolakan tersebut belum dijelaskan secara resmi oleh pihak Kedutaan Besar AS maupun Gedung Putih. Spekulasi mulai berkembang di kalangan analis internasional, yang menduga langkah itu diambil sebagai bentuk kehati-hatian terhadap potensi risiko keamanan atau protokol diplomatik yang ketat. Meski demikian, belum ada konfirmasi apakah barang-barang tersebut dibuang di China atau disita oleh petugas keamanan sebelum dibawa ke pesawat.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar