Longsor Terjang Perumahan di Cikarang, Akses Jalan Putus dan Rumah Rusak
Hujan deras yang mengguyur wilayah Bekasi, Jawa Barat, ternyata membawa dampak serius. Di kompleks perumahan Kodam Cikarang, tanah tak lagi mampu menahan beban. Akibatnya, longsor pun terjadi.
Musibah ini langsung memutus akses jalan. Tak hanya itu, sejumlah rumah warga juga mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
“Total ada empat rumah warga yang rusak tapi yang mengalami kerusakan paling parah adalah rumah saya,”
kata Rahmat (50), salah seorang warga yang terdampak, ketika ditemui di lokasi kejadian pada Kamis (22/1). Suaranya terdapat getar kekhawatiran.
Menurut pengakuannya, tanda-tanda awal sebenarnya sudah terlihat. Tanah di sekitar rumahnya mulai bergerak sejak hujan mengguyur sepekan lalu. Kala itu, kondisinya masih bisa dibilang lumayan, belum terlalu mengkhawatirkan. Namun begitu, situasi berubah dengan cepat. Posisi tanah kian amblas dari hari ke hari, memicu kecemasan di antara para tetangga.
“Puncaknya itu kemarin pas saya sedang tidur,” ujar Rahmat mengenang. “Tiba-tiba suami saya memanggil dan bilang, katanya tanahnya geser. Hari ini semakin parah lagi.”
Bukti kerusakan parah terlihat jelas di teras rumahnya. Retakan menganga sepanjang empat meter, dengan kedalaman yang mencapai hampir setengah meter. Dia dan keluarganya kini hidup dalam ketakutan akan kemungkinan longsor susulan.
“Kerusakan cukup parah,” katanya. “Jujur kami juga khawatir akan ada longsor susulan kalau terus-terusan turun hujan seperti hujan seharian ini.”
Melihat kondisi yang makin kritis, Rahmat pun menyampaikan harapannya. Dia mendesak pemerintah dan pihak berwenang untuk segera turun tangan. Penanganan darurat mutlak diperlukan agar bencana ini tidak merembet dan menyebabkan rumah-rumah warga lainnya ambrol.
Di sisi lain, longsor ternyata tidak hanya terjadi di perumahan Kodam. Lokasi lain yang juga terdampak adalah bantaran Kali Cikadu, tepatnya di belakang pos keamanan perumahan Imanan Extension. Lokasinya tak jauh, hanya berjarak ratusan meter dari kompleks Kodam. Di sana, tanah terus tergerus aliran air, mengakibatkan kerusakan yang juga signifikan.
Artikel Terkait
Pemerintah Sinyalkan Harga BBM Non-Subsidi Berpotensi Naik, BBM Subsidi Tetap Dijaga
Persik Kediri Masih Terancam Degradasi, Hadapi Borneo FC di Laga Krusial
Penembakan di Luar Acara Jurnalis Gedung Putih, Trump dan Sejumlah Pejabat Dievakuasi
Menkeu Yakin IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini Meski Terpukul Sentimen Global