Operasi tangkap tangan yang menjerat Bupati Pati, Sudewo, ternyata berawal dari suara warga. Ya, laporan masyarakat itulah yang kemudian digulirkan KPK, hingga akhirnya berbuah penangkapan pada Senin (19/1) lalu.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan kronologinya dari Gedung KPK, Kuningan, Kamis (22/1/2026).
"Peristiwa tertangkap tangan ini bermula dari laporan aduan masyarakat yang diterima oleh KPK," ujarnya.
"Kemudian dari laporan aduan itu kami telaah, kami verifikasi, kami analisis yang kemudian kami mendapatkan informasi," lanjut Budi.
Berdasarkan analisis itu, lembaga antirasuah mulai memantau gerak-gerik Sudewo sejak November 2025. Pemantauan berjalan cukup lama, hingga akhirnya tim penyidik bergerak saat dugaan transaksi uang menguat.
"Adanya rencana dugaan transaksi tersebut sehingga kemudian kami melakukan penangkapan kepada para terduga pelaku yang tertangkap tangan melakukan tindak pidana korupsi pemerasan tersebut," ungkapnya.
"Artinya memang dari awal kita terus pantau perkembangannya. November kami mendapatkan informasi terkait dengan adanya rencana itu, kemudian terus bergulir ya perkembangannya sampai dengan kemarin terjadi peristiwa tertangkap tangan tersebut," tambah dia.
Artikel Terkait
Kapolri Imbau Pemudik Utamakan Keselamatan, Hindari Memaksakan Diri
Anggota Satpol PP Banyuwangi Dikeroyok Saat Tegur Pesta Miras
KPK Tetapkan Bupati Cilacap Tersangka Pemerasan, Cak Imin: Kami Prihatin
Oknum Petugas di Pelabuhan Ciwandan Diduga Jual Tiket dengan Harga Lebih Mahal