Di sisi lain, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohammad Anshori, melihat momentum ini dari sudut pandang yang sedikit berbeda. Baginya, kebersihan dan penataan kawasan wisata seperti Pantai Saliper Ate mutlak diperlukan. Apalagi jika ingin destinasi ini naik kelas jadi tempat wisata keluarga yang menarik.
Acara yang berlangsung dari pukul 8 hingga 11 pagi itu diawali dengan semangat. Senam pagi dipimpin langsung pengurus FAS, menyegarkan sebelum mulai bekerja. Ketua Panitia, Yarda, dalam laporannya menekankan satu hal: peran generasi muda dalam menjaga lingkungan bukanlah hal sepele. Itu adalah investasi untuk pariwisata dan masa depan daerah.
Setelah itu, semua peserta bergerak. Ada yang memunguti sampah di sepanjang bibir pantai, ada pula yang mulai menggali lubang untuk menanam pohon. Suasana terasa kompak. Beberapa perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) yang hadir pun mengangguk setuju. Mereka berharap aksi seperti ini tidak berhenti sekali saja, tapi bisa berlanjut dan makin meluas.
Memang, satu pagi membersihkan pantai mungkin tidak serta-merta mengubah segalanya. Namun, yang terpenting adalah pesannya sampai: kepedulian pada lingkungan bisa dimulai dari mana saja, dan oleh siapa saja, termasuk anak-anak.
Artikel Terkait
Bupati Pati Tersandung Kasus KPK dari Masa Lalu di DPR
Prabowo Teken Piagam Perdamaian Gaza di Hadapan Trump di Davos
Ibu Kota Tergenang: 80 RT dan 23 Ruas Jalan Terendam Banjir
Rusdi Mappasessu Lepas Jabatan, Mundur dari DPR dan NasDem