Hujan deras tak henti-hentinya mengguyur kawasan utara Selandia Baru. Akibatnya, bencana pun tak terhindarkan. Sebuah lokasi perkemahan di kaki Gunung Maunganui yang sudah tidak aktif itu diterjang tanah longsor hebat. Beberapa orang, termasuk anak-anak, dilaporkan hilang tertimbun.
Menurut laporan dari AFP dan Reuters pada Kamis (22/1/2026), timbunan lumpur dan puing itu menghancurkan blok kamar mandi di area perkemahan. Yang bikin ngeri, suara-suara masih terdengar dari bawah reruntuhan. Itu yang diungkapkan sejumlah petugas darurat yang langsung bergerak cepat.
Asisten Komisioner Kepolisian setempat, Tim Anderson, memberikan keterangan di lokasi kejadian.
"Meski tanah di sini masih terus bergerak, misi penyelamatan tetap kita jalankan," katanya kepada para wartawan.
Soal jumlah korban, Anderson enggan menyebut angka pasti. "Saya tidak bisa menyebut angka pastinya. Yang bisa saya katakan adalah jumlah satu digit," ujarnya singkat.
Artikel Terkait
Jalur Sutra Abad ke-21: Ketika Rantai Pasok Menjadi Senjata Geopolitik
Kritik Profesor Lewat Podcast: Romantisme Perlawanan atau Pengkhianatan Diskursus?
Prabowo Soroti Penyusutan 1.000 Situ sebagai Pemicu Banjir Jakarta
Tito Karnavian Soroti Data sebagai Kunci Pemulihan Pasca-Bencana di Aceh Utara