Untungnya, rumahnya sendiri belum kemasukan air. "Air banjir tidak masuk rumah, masih di depan jalan. Karena rumah saya tinggi," imbuhnya.
Namun begitu, ini bukan kejadian pertama. Fety mengaku wilayahnya memang langganan banjir kalau hujan datang dengan intensitas tinggi dan durasi lama. Penyebabnya klasik: sistem drainase yang tak memadai.
"Iya selalu banjir setelah hujan deras. Got yang terlalu rendah dan kecil, nggak menampung air hujan yang turun," jelasnya.
Data dari BPBD DKI Jakarta per pukul 10.00 pagi tadi memperkuat laporan warga. Tercatat ada delapan ruas jalan dan satu wilayah RT yang terendam akibat hujan pagi ini. Mohammad Yohan dari Kapusdatin BPBD menyebut curah hujan tinggilah biang keroknya.
Banjir tersebar di beberapa titik, terutama di Jakarta Barat, Utara, dan Selatan. Yang paling dalam? Genangan setinggi 50 cm tercatat di Jalan Gaya Motor 2, Kelurahan Sungai Bambu, Jakarta Utara. Cukup untuk menggenangi mobil sedan hingga ke bodinya.
Artikel Terkait
Trump Beri Ultimatum di Davos: Hamas Harus Serahkan Senjata atau Dihancurkan
CEO Indodax Laporkan Akun Medsos ke Polda, Diduga Sebar Fitnah
CEO Indodax Laporkan Akun Medsos Anonim ke Polda Metro Jaya
Supertanker MT Arman 114 Dilelang Rp 1,1 Triliun Setelah Gagal Laku