Rencana mogok dagang sendiri dijadwalkan berlangsung tiga hari, mulai Kamis (22/1) hingga Sabtu (24/1) mendatang. Aksi ini bentuk protes terhadap kondisi yang dianggap tak menguntungkan.
Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI) DKI Jakarta, Wahyu Purnama, telah mengirimkan surat pemberitahuan.
"Melalui surat ini maka kami memberitahukan bahwa seluruh anggota asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) bandar sapi potong dan pedagang daging akan melakukan aksi mogok dagang sebagai salah satu bentuk protes dan keprihatinan," tulis Wahyu dalam suratnya, Rabu (21/1).
Masalahnya klasik: harga sapi timbang hidup di feedlot dan harga karkas dari RPH masih membumbung tinggi. Di sisi lain, daya beli masyarakat justru terasa semakin melemah. Kombinasi itulah yang akhirnya memantik aksi ini.
Artikel Terkait
LAM Riau Dukung Penetapan 23 Februari sebagai Hari Ekosistem
Bekasi Masih Terendam, Sembilan Titik Genangan Belum Surut
Longsor di Jalur Maja-Tigaraksa, Layanan KRL Green Line Terganggu
Buaya Lisa Berkeliaran di Belakang SMA 5 Depok, Sekolah Minta Evakuasi