Peralatan Tempur dan Genangan: Kisah Para Pekerja Bertarung dengan Hujan yang Awet

- Rabu, 21 Januari 2026 | 19:20 WIB
Peralatan Tempur dan Genangan: Kisah Para Pekerja Bertarung dengan Hujan yang Awet

Di sisi lain, cerita datang dari Tata, warga Matraman yang berusia 20 tahun. Pengalamannya bahkan lebih berat. Bukan cuma berurusan dengan hujan yang tak kunjung reda, tapi juga dengan genangan air yang masuk ke tempat tinggal dan ruang kerjanya.

"Dari rumah sampai kantor, hujannya terus-terusan. Di kantor sempat banjir, meski cuma setinggi mata kaki. Tapi kalau di rumah, airnya nyampe hampir sebetis. Itu sih yang bikin repot, kerja jadi double karena harus bersih-bersih usir banjir," tutur Tata.

Dampaknya beruntun. Tata bercerita bahwa hujan yang terus-menerus itu sempat membuatnya jatuh sakit. Belum lagi waktu yang sering terbuang percuma. "Baru kemarin aku sakit, sekarang alhamdulillah sudah mendingan. Lalu, kalau hujan lagi deras-derasnya, mau naik kereta atau ojol kan harus nunggu dulu. Jadinya ya telat, waktu banyak terbuang," terangnya.

Namun begitu, ia punya siasat sendiri. Strategi sederhana untuk bertahan. "Aku sih usahain pakai jaket tebal, terus bawa payung atau jas hujan di tas. Itu wajib," imbuhnya.

Harapannya sederhana. "Semoga aja cuaca nggak makin parah, tapi malah membaik ke depannya."


Halaman:

Komentar