Di luar Kedutaan Besar Portugal, antrean panjang terlihat tak biasa. Ribuan warga Israel rela berdesakan, berharap bisa mendaftar sebagai warga negara Portugal. Apa yang terjadi?
Fenomena ini sebenarnya sudah terasa sejak akhir tahun lalu. Pemicu utamanya adalah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Sejak peristiwa itu, rasa takut dan keinginan untuk punya opsi lain mendorong banyak orang mencari paspor kedua. Mereka ingin jaminan keamanan, sebuah jalan keluar jika keadaan memburuk.
Menurut laporan The Times of Israel, pemandangan antrean mengular itu terjadi di Ramat Hasharon. Lokasinya di Gedung Cinema City Gliot, yang jadi tempat kedutaan. Sudah sejak Jumat lalu, orang-orang mulai berdatangan.
Yang menarik, kedutaan ternyata mengizinkan kedatangan tanpa janji temu. Jadi, siapa pun bisa datang langsung, lalu mengatur jadwal untuk urusan pendaftaran kewarganegaraan atau perpanjangan paspor.
Antreannya sendiri cukup panjang. Dari pintu masuk utama, barisan orang mengular sampai ke area parkir bawah tanah. Rupanya, ini respons dari pengumuman kedutaan yang membuka kesempatan "antre langsung".
Kebanyakan dari mereka memang ingin memperbarui dokumen yang akan kedaluwarsa pada Desember atau Januari mendatang.
Sebenarnya, langkah ini sudah diumumkan Kedutaan Portugal sebulan lalu. Mereka menyelenggarakan acara khusus bertajuk "Masa lalu telah kembali". Program ini intinya mem-bypass sistem online, yang selama ini selalu penuh dan nyaris mustahil diakses.
Jadi, antrean fisik ini adalah jalan terakhir bagi banyak orang. Sebuah upaya mendapatkan rasa aman, yang kini diwujudkan dalam selembar paspor.
Artikel Terkait
Empat Korban Masih Terjebak di Gerbong Wanita KRL, Evakuasi Terhambat Ruang Sempit dan Alat Terbatas
RSUD Bekasi Data 53 Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Tiga Tewas
KAI Hentikan Sementara Seluruh Perjalanan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Demi Evakuasi Tabrakan Argo Bromo Anggrek dan KRL
Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Tewaskan Lima Orang, Pengamat Desak Audit Manajemen KAI