Lain cerita dengan Aceh. Di sana, progresnya sedikit tertinggal, masih berkisar di angka 95 persen. Tantangan terbesar ternyata datang dari Kabupaten Aceh Tamiang.
"Dan yang belum itu memang ada di terutama di Kabupaten Aceh Tamiang yang memang ada yang mengalami kerusakan yang sangat berat,"
Kerusakan yang parah di sejumlah sekolah membuat pemulihan tak bisa ditangani oleh Kemendikdasmen sendirian. Abdul Mu’ti menyebut perlunya kolaborasi yang solid.
"Yang itu kami barusan tadi rapat dengan dengan KASAD untuk bisa bekerja sama percepatan penyelesaiannya. Karena memang kondisi dan kerusakannya perlu perhatian dan juga perlu kerja sama lintas kementerian,"
Jadi, meski terlihat ada kemajuan, perjalanan untuk benar-benar memulihkan pendidikan di daerah terdampak masih panjang. Butuh akselerasi, dan yang lebih penting, kerja sama semua pihak.
Artikel Terkait
Gelombang WNI Buru-Buru Pulang dari Kamboja Usai Razia Sindikat Scam
Tiga Tersangka Kuasai 270 Hektare Sawit Ilegal di Tesso Nilo
Prabowo Temui Raja Charles III di London Bahas Konservasi Gajah Sumatera
Tito Karnavian Tinjau Bireuen, Fokus pada Jembatan Rusak dan Pembersihan Lumpur