“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip),” tambahnya.
Lalu, seberapa kuat guncangannya? Peta estimasi BMKG mencatat, getaran terasa cukup signifikan di Maluku Barat Daya dengan skala III-IV MMI. Artinya, getarannya bisa dirasakan banyak orang di dalam ruangan, bahkan mungkin membuat benda-benda ringan bergoyang. Sementara di Maluku Tengah, dampaknya lebih ringan, sekitar skala II MMI.
Namun begitu, ada kabar baik. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan apa pun yang datang dari wilayah terdampak. Yang lebih penting, gempa dengan kedalaman dan mekanisme seperti ini dinyatakan tidak berpotensi memicu tsunami. Itu sudah dipastikan dari hasil pemodelan.
Monitoring BMKG juga menunjukkan suasana yang relatif tenang pasca-gempa. Hingga pukul 05.35 WIB pagi tadi, belum terdeteksi aktivitas gempa susulan. Warga setempat bisa sedikit bernapas lega, meski kewaspadaan tentu harus selalu dijaga.
Artikel Terkait
Cuaca Buruk Hambat Evakuasi Korban Kecelakaan Pesawat di Lereng Bulusaraung
Gas Subsidi Disuntik Sembarangan, Polisi Bekasi Amankan Sindikat Oplosan Tabung
Motor Teman Digadaikan, Pria di Serang Ditangkap Usai Kabur
Pilkada Langsung vs DPRD: Polemik yang Tak Kunjung Usai