Hujan yang mengguyur Jakarta belakangan ini ternyata tak main-main. Gubernur Pramono Anung mengungkapkan, tingginya curah hujan bahkan memecahkan rekor selama ia memimpin Ibu Kota. Di Jakarta Utara saja, catatannya mencapai 280 milimeter angka yang cukup mengagetkan.
Menurutnya, ada delapan titik pemantauan di wilayah utara dengan rata-rata hujan 260 mm. "Bahkan ada yang sampai 280 mm," ujar Pramono.
"Itu tertinggi yang pernah saya ketahui selama saya menjabat Gubernur Jakarta," tambahnya saat ditemui di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Senin lalu.
Di sisi lain, Pramono menegaskan bahwa penanganan dari Pemprov DKI sudah dilakukan dengan cepat. Sejak tanggal 15 Januari, operasi modifikasi cuaca atau OMC langsung dijalankan. Upaya ini bertujuan meredam dampak hujan deras yang diprediksi masih akan berlanjut.
"Kemarin OMC dilakukan sampai tiga kali penerbangan," jelasnya.
"Alhamdulillah, sekarang semua wilayah terdampak sudah tertangani."
Meski hujannya ekstrem, kabar baiknya adalah banjir yang terjadi tidak sampai menimbulkan kerusakan parah. Namun begitu, Pramono tak menampik pentingnya kesiapan anggaran dan koordinasi yang solid antarinstansi. Baginya, ini kunci menghadapi cuaca yang makin tak menentu.
"Jadi kami sudah menganggarkan untuk satu bulan ini," katanya.
Ia lalu bercerita soal mekanisme darurat yang dilakukan. "Bahkan terus terang ada, apa istilahnya pergeseran BTT (Belanja Tidak Terduga). Orang yang bertanggung jawab harusnya membuat izin untuk melakukan OMC."
"Karena dia nggak mau, karena takut-takut, kok ini jumlahnya menjadi besar, termasuk tiga kali yang kemarin, langsung kita pindahkan."
Pramono tampaknya tak mau ambil risiko. "Karena bagaimanapun persoalan hujan, penanganan banjir selama satu bulan ini sampai dengan setelah Imlek, bagi saya setiap hari saya kontrol sendiri," imbuhnya. Seperti itulah upayanya menjaga Jakarta tetap aman di tengah guyuran hujan yang luar biasa tinggi.
Artikel Terkait
Gubernur Banten Ambil Alih Perbaikan Jalan Desa yang Rusak Puluhan Tahun di Pandeglang
Menteri HAM: Tiga Anak Korban Penembakan Papua Tengah Jalani Perawatan Intensif
PM Anwar dan PM Singapura Bahas Percepatan ASEAN Power Grid dan Situasi Timur Tengah
Lebanon Catat 2.387 Tewas Akibat Serangan Israel Sejak Maret