Kuala Lumpur, Senin – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, baru saja mengakhiri percakapan telepon dengan rekan barunya dari Singapura, Lawrence Wong. Obrolan mereka berpusat pada satu proyek ambisius: mempercepat kerja sama Jaringan Listrik ASEAN atau ASEAN Power Grid. Ini bukan sekadar wacana biasa, tapi upaya konkret untuk mengamankan pasokan energi di kawasan.
“Dalam bidang energi, kami berfokus pada penguatan ketahanan jaringan listrik dan pengelolaan tekanan antara pasokan dan permintaan, sekaligus mempercepat kerja sama regional melalui ASEAN Power Grid,”
Demikian penjelasan Anwar dalam pernyataannya di Kuala Lumpur, Senin siang. Ia menegaskan bahwa bagi Malaysia, prioritas utama tetaplah memenuhi kebutuhan dalam negeri. Namun begitu, kerja sama dengan negara-negara ASEAN lain juga krusial. Tujuannya jelas: membangun ketangguhan kolektif menghadapi gejolak global yang serba tak pasti.
Pembicaraan mereka ternyata tak cuma soal listrik. Anwar dan Wong juga menyisihkan waktu membahas situasi panas di Timur Tengah. Kedua pemimpin itu menyambut baik gencatan senjata sementara yang berlaku. Mereka sepakat, yang dibutuhkan sekarang adalah solusi berkelanjutan, bukan sekadar jeda sesaat.
Di titik ini, Malaysia secara tegas mendukung segala upaya diplomatik yang sedang berjalan. Mereka juga mengapresiasi peran Pakistan yang mencoba memfasilitasi dialog. Satu poin penting lagi: kebebasan navigasi di Selat Hormuz harus benar-benar dijaga. Itu prinsip yang mereka pegang teguh.
Jadi, dari percakapan itu, terlihat dua agenda besar: mengalirkan listrik lebih lancar di Asia Tenggara, dan bersama-sama merespons konflik yang berdampak global. Langkah kecil, tapi signifikan.
Artikel Terkait
Kejati Jabar Tetapkan Wakil Bupati Indramayu Tersangka Korupsi Tunjangan Perumahan DPRD
Bentrokan TNI dan Warga di Lampung Utara Berakhir Damai Lewat Musyawarah Adat
Pengeluaran Jajan Warga Kota Hampir Dua Kali Lipat Desa, Papua Pegunungan Justru Paling Boros
Satgas Damai Cartenz Tangkap Penyalur Senjata untuk KKB di Papua