Ribuan orang turun ke jalan di Greenland dan Denmark. Mereka marah. Rencana Presiden AS Donald Trump untuk membeli wilayah otonom itu dianggap sebagai lelucon yang keterlaluan. Inti pesan mereka jelas: Greenland bukan barang dagangan.
Menurut sejumlah saksi, aksi ini berlangsung serentak di beberapa kota. Di Kopenhagen, kerumunan massa memenuhi alun-alun. Sementara itu, di Nuuk, ibu kota Greenland yang dingin, warga lokal juga berkumpul dengan tekad yang sama. Pemberitaan BBC menyoroti gelombang protes yang terjadi pada Minggu, 18 Januari 2026 itu.
Kebetulan, unjuk rasa ini terjadi bersamaan dengan kunjungan delegasi Kongres AS ke Denmark. Salah satu anggota delegasi, Senator Demokrat Chris Coons, tak sungkan mengkritik retorika dari Gedung Putih.
Trump sendiri memang belum mundur dari idenya. Dia malah bersikeras bahwa Greenland punya nilai strategis yang luar biasa bagi keamanan nasional Amerika. Bahkan, ancaman sudah dilayangkan. Negara-negara Eropa yang menentang rencananya bakal kena imbas.
Artikel Terkait
Warga London Serukan Penolakan, Rencana Kedubes China Picu Aksi Protes
KNKT Ungkap Kategori Kecelakaan Pesawat ATR di Maros: CFIT
Banjir Genangi Boulevard Barat, Arus Kendaraan Dialihkan ke Lajur Kanan
Kabut Tebal Hambat Pencarian Korban Jatuhnya Pesawat di Lereng Bulusaraung