Cuaca ekstrem makin kerap melanda. Banjir di satu wilayah, kekeringan di tempat lain. Itulah realitas yang diakui Wakil Ketua MPR RI dari PAN, Eddy Soeparno, sebagai dampak nyata perubahan iklim yang makin terasa. Menurutnya, Indonesia sedang berada di fase yang sangat krusial untuk segera bertindak.
Pernyataan ini disampaikannya di Abu Dhabi, dalam rangkaian Abu Dhabi Sustainability Week. Eddy bersama Menko Pangan Zulkifli Hasan bertemu dengan Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan Uni Emirat Arab, Dr. Amna bint Abdullah Al Dahak Al Shamsi.
Di hadapan Amna dan sejumlah stakeholders UEA, Eddy mengungkapkan upayanya di parlemen. Sebagai pimpinan MPR, ia mendorong percepatan pembahasan Rancangan Undang-Undang Pengelolaan Perubahan Iklim. Tujuannya jelas: agar kebijakan iklim di tanah air nanti bisa berjalan lebih terukur, terkoordinasi, dan adil.
Bagi Eddy, isu ini jauh lebih kompleks daripada sekadar soal lingkungan. Perubahan iklim berkelindan dengan persoalan pembangunan berkelanjutan, menyentuh langsung aspek ketahanan pangan, energi, ekonomi, hingga keadilan sosial.
ujar Eddy dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026).
Artikel Terkait
Qatar Tegaskan Tak Terlibat dalam Serangan ke Iran, Hanya Bertindak Defensif
Serangan Drone Iran di Riyadh Diduga Juga Targetkan Fasilitas CIA
DPR Minta Pemerintah Antisipasi Nasib 58.000 Jamaah Umrah di Tengah Konflik Timur Tengah
Mantan Menlu Hassan Wirajuda Soroti Syarat Kunci Mediasi Indonesia di Konflik Iran-AS