Di sisi lain, sang guru, Aziz, mengungkapkan bahwa Kiendra sebenarnya punya modal dasar. Hanya saja, butuh ruang untuk mempraktikkannya. “Kiendra punya modal bahasa Inggris tapi sulit untuk practice sederhana sehari-hari,” kata Aziz, yang pernah tinggal di Melbourne.
Usai acara, Kiendra bahkan mendapat kesempatan berbincang langsung dengan Presiden. Perasaannya campur aduk.
Kini, kepercayaan dirinya melonjak. Di sekolah, dia bahkan aktif di bidang kehumasan OSIS. Orang tuanya pun tak henti-hentinya merasa bangga.
Mimpi Kiendra ke depan jelas: belajar tekun, lanjut ke jenjang yang lebih tinggi, dan suatu hari nanti berkuliah di luar negeri untuk menjadi animator profesional. Dia juga berharap program Sekolah Rakyat ini terus berjalan, agar lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu yang terbantu.
Dan tentang beasiswa yang dijanjikan? Presiden menyampaikannya langsung di depan forum.
Sebuah janji yang mengubah segalanya, berawal dari sebuah pidato dan keberanian seorang anak dari keluarga sederhana.
Artikel Terkait
Hassan Wirajuda Soroti Syarat Kunci Mediasi Damai: Penerimaan Para Pihak yang Bertikai
Prabowo Bahas Dampak Serangan AS-Israel ke Iran dalam Forum Tertutup dengan Mantan Kepala Negara
Pegawai Toko di Cisarua Tewaskan Majikan Pasutri dengan Golok dan Senapan
Negara-Negara Arab dan Barat Serentak Kecam Serangan Balasan Iran di Timur Tengah