Suara itu terdengar jelas dan percaya diri di aula yang ramai. Kiendra Lian Damarta, siswa kelas X SRMA 13 Bekasi yang baru berusia 16 tahun, baru saja menyelesaikan pidato bahasa Inggrisnya. Yang dia tidak duga, sambutan hangat justru datang dari orang nomor satu di negeri ini. Presiden Prabowo Subianto tak hanya memberi apresiasi, tapi juga langsung menjanjikan beasiswa ke luar negeri untuknya.
Momen itu terjadi di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, dalam acara peresmian 166 Sekolah Rakyat secara serentak. Penampilan Kiendra benar-benar mencuri perhatian.
Latar belakang keluarganya jauh dari kata mewah. Ayahnya, Jemmy Damarta, mencari nafkah sebagai driver ojek online. Sementara ibunya, Liana Suhardini, berjualan makanan. Awalnya, Kiendra masuk Sekolah Rakyat bukan karena pilihan, tapi lebih karena keadaan. Biaya untuk masuk SMA reguler saat itu terasa memberatkan.
Kemampuan bahasa Inggris yang memukau itu ternyata buah dari belajar mandiri. Sejak kecil, Kiendra rajin menonton berbagai konten berbahasa Inggris. Namun begitu, sebelum bergabung dengan Sekolah Rakyat, dia sama sekali tidak terbiasa bicara di depan umum. Rasanya groti dan sulit menyusun kata-kata.
Semua berubah setelah dia mendapat pendampingan dari Rifki Aziz, guru PPKN yang juga pembina English Club. Melalui latihan bertahap mulai dari ruang guru, depan teman-teman seusai apel, hingga akhirnya berani pegang mikrofon di aula kepercayaan dirinya pelan-pelan tumbuh.
Prosesnya tidak instan, tapi hasilnya nyata. Saat tampil, Kiendra terlihat lancar dan natural. Presiden Prabowo pun tak bisa menyembunyikan kekagumannya.
Artikel Terkait
Polisi Siaga Penuh di Titik Rawan Macet Pekanbaru Selama Libur Panjang
Delegasi AS ke Denmark: Kunjungan Damai Usai Polemik Pembelian Greenland
Titik Api di Lereng Gunung Maros Jadi Fokus Pencarian Pesawat IAT yang Hilang Kontak
Damai di Parung: Kasus Pengeroyokan di Kafe Karaoke Berakhir dengan Restorative Justice