Menurutnya, peran dinas pendidikan dan orang tua siswa krusial dalam meredakan situasi ini. Aris punya alasan kuat.
"Kalau sampai ke ranah hukum, nanti akan panjang, kalah dan menang, tidak akan ada ujungnya. Peran dinas sebagai pembina pegawai dan orang tua sangat penting untuk menyelesaikan masalah ini," tegasnya.
Di sisi lain, KPAI sendiri tak tinggal diam. Mereka mengawasi kasus ini dan mendesak pemerintah daerah untuk segera turun tangan. Tujuannya satu: penyelesaian secara damai.
"Sesuai tusi, kita melakukan pengawasan, sehingga kami dorong pemda untuk dapat segera menyelesaikan," imbuh Aris.
Kini, bola ada di tangan banyak pihak. Ada guru yang merasa perlu menuntut keadilan lewat jalur formal, sementara ada seruan untuk berdamai demi ketenangan sekolah. Pilihan mana yang akan ditempuh, tentu masih harus ditunggu kelanjutannya.
Artikel Terkait
Guru SMK Jambi Laporkan Siswa ke Polisi Usai Adu Pukul di Sekolah
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Maluku Tengah, Getaran Terasa Hingga Papua Barat
BNN Gagalkan Produksi Liquid Vape Bermuatan Narkoba di Apartemen Jaksel
Korlantas Distribusikan 315 Unit Kamera ETLE Portabel ke Seluruh Daerah