Persoalan lain yang tak kalah pelik adalah air bersih. Endang menambahkan, saat ini warga benar-benar kesulitan mendapatkannya. "Kekurangan air bersih juga," katanya singkat.
Kesaksian serupa datang dari Muiz, warga lainnya. Ia menceritakan, sumur-sumur warga yang biasanya jadi sumber air kini berwarna coklat keruh. Air itu jelas tak layak konsumsi, bahkan untuk mandi sekalipun.
"Dulu kami dapat air dari sumur. Sekarang airnya cokelat, nggak bisa dipakai," jelas Muiz.
Kondisi ini, ditambah dengan lingkungan yang becek dan kotor, mulai berdampak pada kesehatan. Muiz mengungkapkan sejumlah warga sudah mulai terjangkit penyakit seperti gatal-gatal dan diare. Situasinya memang makin runyam. Tanpa bantuan segera, kekhawatiran mereka akan terus membesar seiring dengan surutnya air banjir yang justru meninggalkan banyak masalah.
Artikel Terkait
Indonesia Siapkan Prabowo Jadi Mediator Iran-AS, Tunggu Izin Kedua Pihak
Cap Go Meh Bogor: Pawai Ke-24 Jadi Simbol Toleransi dan Penggerak Ekonomi
Karyawan Toko Rempah Tersangka Pembunuhan Sadis Majikan di Cisarua
Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Luwu Timur, Belum Ada Laporan Dampak