Persoalan lain yang tak kalah pelik adalah air bersih. Endang menambahkan, saat ini warga benar-benar kesulitan mendapatkannya. "Kekurangan air bersih juga," katanya singkat.
Kesaksian serupa datang dari Muiz, warga lainnya. Ia menceritakan, sumur-sumur warga yang biasanya jadi sumber air kini berwarna coklat keruh. Air itu jelas tak layak konsumsi, bahkan untuk mandi sekalipun.
"Dulu kami dapat air dari sumur. Sekarang airnya cokelat, nggak bisa dipakai," jelas Muiz.
Kondisi ini, ditambah dengan lingkungan yang becek dan kotor, mulai berdampak pada kesehatan. Muiz mengungkapkan sejumlah warga sudah mulai terjangkit penyakit seperti gatal-gatal dan diare. Situasinya memang makin runyam. Tanpa bantuan segera, kekhawatiran mereka akan terus membesar seiring dengan surutnya air banjir yang justru meninggalkan banyak masalah.
Artikel Terkait
Tagihan Karaoke Picu Keributan, Polisi Buru Tujuh Pria di Parung
Puting Beliung Terjang Probolinggo, Rumah Roboh dan Pohon Tumbang Berantakan
PSI Banten Gelar Istighosah, Panjatkan Doa Khusus untuk Korban Bencana
Pezeshkian Ucapkan Terima Kasih ke Putin, Tuding AS dan Israel Campuri Urusan Dalam Negeri Iran