Sudah hampir seminggu berlalu, tapi air belum juga surut sepenuhnya di Patia dan Pagelaran, Pandeglang. Kecemasan warga kini bergeser dari sekadar menyelamatkan barang ke hal yang lebih mendasar: persediaan makanan dan air bersih yang kian menipis.
Endang, salah seorang warga Patia, mengaku stok logistik pangan di rumahnya mulai habis. "Bahan makanan pokok tinggal sedikit," ujarnya, Jumat lalu. Menurutnya, genangan air yang masih menggenang membuat aktivitas warga lumpuh total. Mereka kesulitan keluar untuk membeli kebutuhan sehari-hari.
Namun begitu, masalahnya ternyata lebih kompleks. Endang menyebut, yang paling mendesak justru kebutuhan untuk kelompok rentan.
"Perlengkapan untuk bayi, pakaian layak pakai, plus kebutuhan ibu hamil, itu urgent juga," ungkapnya.
Banyak pakaian warga basah kuyup dan tak bisa dipakai lagi. Sementara untuk bayi, stok popok dan susu mulai langka.
Artikel Terkait
PSI Banten Gelar Istighosah, Panjatkan Doa Khusus untuk Korban Bencana
Pezeshkian Ucapkan Terima Kasih ke Putin, Tuding AS dan Israel Campuri Urusan Dalam Negeri Iran
Kominfo Soroti Akar Masalah Keamanan Siber: Sistem Tua dan Kelalaian Manusia
MKGR Resmi Umumkan Susunan Baru, 250 Pengurus Siap Kawal Agenda Pemerintah