Sudah hampir seminggu berlalu, tapi air belum juga surut sepenuhnya di Patia dan Pagelaran, Pandeglang. Kecemasan warga kini bergeser dari sekadar menyelamatkan barang ke hal yang lebih mendasar: persediaan makanan dan air bersih yang kian menipis.
Endang, salah seorang warga Patia, mengaku stok logistik pangan di rumahnya mulai habis. "Bahan makanan pokok tinggal sedikit," ujarnya, Jumat lalu. Menurutnya, genangan air yang masih menggenang membuat aktivitas warga lumpuh total. Mereka kesulitan keluar untuk membeli kebutuhan sehari-hari.
Namun begitu, masalahnya ternyata lebih kompleks. Endang menyebut, yang paling mendesak justru kebutuhan untuk kelompok rentan.
"Perlengkapan untuk bayi, pakaian layak pakai, plus kebutuhan ibu hamil, itu urgent juga," ungkapnya.
Banyak pakaian warga basah kuyup dan tak bisa dipakai lagi. Sementara untuk bayi, stok popok dan susu mulai langka.
Persoalan lain yang tak kalah pelik adalah air bersih. Endang menambahkan, saat ini warga benar-benar kesulitan mendapatkannya. "Kekurangan air bersih juga," katanya singkat.
Kesaksian serupa datang dari Muiz, warga lainnya. Ia menceritakan, sumur-sumur warga yang biasanya jadi sumber air kini berwarna coklat keruh. Air itu jelas tak layak konsumsi, bahkan untuk mandi sekalipun.
"Dulu kami dapat air dari sumur. Sekarang airnya cokelat, nggak bisa dipakai," jelas Muiz.
Kondisi ini, ditambah dengan lingkungan yang becek dan kotor, mulai berdampak pada kesehatan. Muiz mengungkapkan sejumlah warga sudah mulai terjangkit penyakit seperti gatal-gatal dan diare. Situasinya memang makin runyam. Tanpa bantuan segera, kekhawatiran mereka akan terus membesar seiring dengan surutnya air banjir yang justru meninggalkan banyak masalah.
Artikel Terkait
Kepala Sekolah Jadi Faktor Penentu Keberhasilan Sekolah Rakyat, Pengawasan Berkelanjutan Diperlukan
Pertamina Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green per 10 Juni 2026, Berlaku Bervariasi di Daerah
Mobil Box Muatan Biji Plastik Terguling di Flyover Pesing, Macet Parah Arah Cengkareng
Prabowo Setujui Penambahan Program Bedah Rumah 400 Ribu Unit pada 2027