Kalau melintas di pintu keluar Tol Rawa Buaya, Jakarta Barat, situasinya sering bikin geleng-geleng. Warga setempat berharap Dishub dan Satpol PP mau turun tangan langsung. Soalnya, aktivitas 'pak ogah' di sana masih kerap terlihat dan dinilai bikin lalu lintas jadi kacau.
Ranto, seorang warga berusia 60 tahun, termasuk yang sering melewati titik itu. "Kalau saya habis dari Tangerang keluarnya ya di pintu tol ini," ujarnya. Ia mengaku bisa lewat dua kali dalam seminggu.
Menurut pengamatannya, pintu keluar tol itu sebenarnya tak pernah dirantai. Masalahnya justru datang dari para 'pak ogah' yang berjaga dari pagi sampai sore. Kehadiran mereka, alih-alih membantu, malah sering membuat arus kendaraan semrawut.
"Dari pagi sampai sore biasanya nongkrong di sana. Kadang membantu, tapi lebih sering bikin semrawut. Ada juga yang maksa, kalau kita nggak kasih dia nggak mau ngasih jalan," cerita Ranto saat ditemui di kawasan tersebut Jumat lalu.
Rasa waswas itu makin menjadi saat malam tiba. Terutama ketika jalanan sepi. "Kalau malam hari itu suka ngeri. Kalau ramai mungkin aman, tapi kalau sepi kita waswas, takut dipalak," katanya.
Artikel Terkait
Cipratan Banjir Picu Amuk, Perempuan di Koja Babak Belur
UEA Kian Mantap, Investasi Energi Hijau di Indonesia Bakal Meluas
Polda Metro Jaya Terbitkan SP3 untuk Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis
Pensiun Tak Henti, Mantan Sekjen Kemnaker Terima Rp 12 Miliar dari Kasus TKA