Di sisi lain, dari Teheran datang bantahan yang tak kalah keras. Pemerintah Iran sejak awal telah menepis kabar rencana eksekusi massal terhadap para demonstran tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, bahkan menyempatkan diri memberikan klarifikasi langsung ke media AS, Fox News, di hari Rabu. Ia ingin memutus siklus informasi yang ia sebut sebagai propaganda.
"Tidak ada hukuman gantung, hari ini atau besok. Saya bisa katakan dengan yakin, tidak ada rencana untuk melakukan hukuman gantung sama sekali," tegas Araghchi.
Jadi, kita dihadapkan pada dua narasi yang saling bertolak belakang. Satu menyebut keberhasilan tekanan diplomatik, yang lain menyangkal sama sekali keberadaan rencana itu. Situasinya masih berkembang, dan dunia menunggu langkah selanjutnya.
Artikel Terkait
Pensiun Tak Henti, Mantan Sekjen Kemnaker Terima Rp 12 Miliar dari Kasus TKA
Eropa Terjebak Dilema di Balik Papan Catur Gaza yang Kontroversial
Penyanyi Idol Diduga Terlibat Pemerkosaan Siswi di Belu
Banjir Pandeglang Belum Surut, Warga Keluhkan Krisis Air Bersih dan Gatal-Gatal