Deeney Beri Sinyal: Liverpool Harus Segera Pisah dari Salah?

- Kamis, 22 Januari 2026 | 16:30 WIB
Deeney Beri Sinyal: Liverpool Harus Segera Pisah dari Salah?
Opini Deeney: Waktunya Liverpool Lepas Salah?

Opini Deeney: Waktunya Liverpool Lepas Salah?

LIVERPOOL Atmosfer di Stade Velodrome malam itu memang panas, bahkan terasa toksik. Tapi Liverpool justru tampil dingin. Mereka meraih kemenangan 3-0 atas Marseille lewat gol Dominik Szoboszlai, Cody Gakpo, dan sebuah gol bunuh diri yang dipaksakan. Hasil itu mengangkat mereka ke posisi keempat klasemen grup Liga Champions. Performa solid, rekor tak terkalahkan pun terus berlanjut jadi 13 laga.

Namun begitu, di balik hasil positif itu, ada satu nama yang justru jadi sorotan tajam. Bukan karena permainannya yang gemilang, melainkan sebaliknya: Mohamed Salah.

Mantan striker Premier League, Troy Deeney, punya pandangan keras usai laga itu. Menurutnya, jika Liverpool ingin naik level, mereka harus segera melepas Mohamed Salah. Dan maksudnya segera, sebelum jendela transfer Januari nanti ditutup.

Argumen Deeney sederhana. Ia melihat cara bermain The Reds sedang berevolusi. Di bawah Arne Slot, tim mulai menemukan kebahagiaan lewat pemain seperti Hugo Ekitike dan Florian Wirtz. Gaya permainan kolektif ini, di mata Deeney, sudah mulai melampaui sosok Salah yang dulu menjadi pusat segalanya.

"Saya pikir, dengan segala kebisingan dan ego di sekitarnya, ditambah cara Liverpool yang berusaha 'melupakannya', hubungan ini tidak akan bertahan lama untuk keduanya," ujar Deeney.

Ia melanjutkan, "Jujur saja, dia pemain fantastis. Bisa dibilang pemain terbaik Liverpool di generasi ini, sejajar dengan Steven Gerrard. Tapi mereka perlu berpisah sekarang. Aku ingin ini diselesaikan lebih cepat, sebelum semuanya jadi buruk."

Ketika ditanya apakah maksudnya di musim panas, Deeney bersikeras.

"Tidak. Maksudku Januari ini. Orang-orang lupa, sebelum Natal semua terlihat buruk dan mengerikan. Tapi lihatlah rentetan 13 pertandingan tak terkalahkan ini. Dia bukan bagian penting dari itu. Itu poinku," tegasnya dalam wawancara di CBS Sports Golazo.

Statistik Salah di Prancis selatan memang tidak menggembirakan. Ia bermain penuh 90 menit, tapi hanya melepaskan dua tembakan yang meleset, melewatkan peluang besar, dan kehilangan bola sembilan kali dari sentuhan yang terbatas. Penampilannya jauh dari sosok yang baru saja membawa Mesir ke semifinal Piala Afrika dengan catatan mentereng.

Memang, era keemasan Salah tak terbantahkan. Di bawah Jurgen Klopp, dan bahkan di musim lalu, seluruh taktik Liverpool seolah dibangun untuk memaksimalkan sang Raja Mesir. Hasilnya nyata: rekor gol, gelar individu, dan trofi Premier League. Tapi musim ini ceritanya berbeda.

Di sisi lain, beberapa pekan terakhir justru menunjukkan sinyal positif. Identitas baru Liverpool pelan-pelan terbentuk. Arah permainan yang lebih kolektif ini mungkin justru yang terbaik untuk masa depan tim. Pertanyaannya kini: apakah masih ada tempat untuk legenda yang satu ini dalam cetak biru yang baru?

Waktunya akan menjawab. Tapi satu hal pasti, opini seperti milik Deeney ini akan terus bergema, terutama jika performa Salah tak kunjung menyala.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar