Nama Alfa Eshad juga muncul. Ia tercatat sebagai Pengantar Kerja Ahli Muda di Kemnaker dengan masa jabatan yang cukup panjang, dari 2018 hingga 2025.
Yang cukup tinggi jabatannya adalah Suhartono. Ia pernah menduduki posisi Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) antara 2020 sampai 2023.
Tak kalah penting, Haryanto. Karirnya melesat dari Direktur PPTKA (2019-2024) menjadi Dirjen Binapenta dan PKK, dan kini duduk sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Internasional.
Ada juga nama dari periode sebelumnya: Wisnu Pramono, yang memimpin Direktorat PPTKA dari 2017 hingga 2019.
Devi Angraeni, Direktur PPTKA yang sekarang (2024-2025), juga masuk dalam daftar tersangka.
Terakhir, Hery Sudarmanto. Ia adalah mantan Sekjen Kemnaker untuk periode 2017-2018.
Daftar yang panjang ini menunjukkan betapa rumit dan sistemiknya dugaan korupsi ini. KPK masih terus menyelidiki, mencari tahu sejauh apa jaringan ini bekerja dan apakah ada nama lain yang terlibat.
Artikel Terkait
Bayangan Perang: AS dan Mossad dalam Pusaran Destabilisasi Iran
Pak, Ada Paket: Polisi Bobol Kamar Homestay untuk Ringkus Pencuri Motor di Yogyakarta
Nurul Arifin Desak Pemerintah Perkuat Perlindungan WNI di Iran yang Bergejolak
Unsri Skorsing Mahasiswa PPDS Terbukti Lakukan Perundungan